Sejarah Candi Tikus Mojokerto Lengkap

Sejarah Candi Tikus Mojokerto Lengkap

Sejarah Candi Tikus Mojokerto Lengkap – Meskipun penduduk Indonesia mayoritas menganut agama Islam dan bahkan Indonesia merupakan negara dengan penganut Islam terbesar di Dunia. Indonesia bukanlah negara Islam sebagaimana negara-negara di Timur Tengah. Sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945, pendiri bangsa telah bersepakat Jika Indonesia bukanlah negara Islam.

Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya ideologi bangsa yaitu pancasila, dimana 6 agama di legalkan di Indonesia terutama agama Hindu dan Agama Budha. Bahkan peninggalan agama Hindu Budha di Indonesia hingga kini masih terawat dan terpelihara dengan baik.

Seperti misalnya Candi Borobudur di Magelang Jawa Tegah, Candi Prambanan di Yogyakarta, termasuk masih banyak candi lainnya, termasuk juga Candi Tikus. Candi yang terletak di Jawa Timur ini, memang tak se populer Candi Prambanan maupun candi Borobudur. Oleh karenanya pada kesempatan ini seputarsejarah.com akan mengulas sejarah candi tikus Mojokero lengkap. Berikut ini ulasannya.

Inilah Sejarah Candi Tikus

 Candi yang berada di Kabupaten Mojokerto ini merupakan bangunan petirtaan, dimana hal ini dapat dibuktikan dari adanya miniatur candi di tengah bangunan. Hal ini melambangkan simbol gunung Mahameru, sebagai tempat para dewa bersemayam dan sumber segala kehidupan yang diwujudkan dalam bentuk air mengalir dari pancuran yang terdapat di sepanjang kaki Candi tikus.

Masyarakat pada saat itu mempercayai jika air tersebut dianggap sebagai air mengalir suci Amerta, yang berarti sumber kehidupan. Berdasarkan sumber-sumber yang ada, sejarah candi tikus ditemukan pada tahun 1914 oleh seorang penduduk yang kemudian melaporkannya kepada Bupati  Mojokerto saat itu, Bupati yang pada saat itu menjabat adalah R.A.A. Kromodjojo Adinegoro.

Penamaan candi tikus bermula dari temuan dan laporan warga dimana daerah tersebut terjangkit wabah tikus yang bersarang di sebuah gundukan. Ketika gundukan tersebut dibongkar oleh warga ternyata di dalamnya terdapat sebuah candi dan hingga kini warga menyebutnya sebagai candi tikus.

Berangkat dari sejarah ini warga mempercayai air dari candi tikus dapat mengusir tikus di sawah mereka, hingga kini kepercayaan tersebut masih berlanjut, banyak warga yang berdatangan ke candi tikus baik warga sekitar maupun warga luar kota datang ke candi tikus untuk mengambil air.

Tikus merupakan hama yang paling berbahaya bagi petani, oleh sebab itu tak heran jika petani melakukan segala usah demi mengusir hama tikus, selain memakan padi, tikus juga dapat membuat tanaman padi rebah dan rusak. Tak sedikit petani yang gagal panen gara-gara tikus.

Bangunan candi tikus tersebut berdiri pada permukaan tanah yang lebih rendah dari daerah sekitarnya, yaitu kurang lebih sedalam 3,5 meter. Untuk dapat menembus lantai dasar candi tikus seseorang harus menuruni anak tangga yang berada disisi utara yang merupakan pintu masuk candi

Baca Juga:
Demikianlah ulasan mengenai Sejarah Candi Tikus Mojokerto Lengkap, semoga bermanfaat untuk anda, baik untuk bahan diskusi atau referensi akademik. (dikutip dari observasi online)

0 Response to "Sejarah Candi Tikus Mojokerto Lengkap"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel