Sejarah JAD (Jamaah Ansharut Daulah)


Sejarah JAD

Sejarah JADKeberadaan kelompok terorisme di Indonesia seolah enggan mengakhiri babak baru Indonesia yang damai bebas dari aksi terorisme. Justru sebaliknya kelompok baru ekstrimis terus bermunculan. Bahkan belum lama ini muncul gerakan kelompok JAD (Jamaah Ansharut Daulah) yang diduga kuat sebagai jaringan teroris yang sering membuat teror di Indonesia.

Hal tersebut juga diperkuat oleh Departemen Luar Negeri AS yang telah menetapkan JAD sebagai kelompok teroris pada tahun 2017, sejarah JAD berdiri tentunya sangat erat kaitannya dengan jaringan ISIS, meskipun JAD berdiri tergolong masih muda tepatnya pada tahun 2015, bahkan anggota kelompok JAD ini telah berjanji setiap kepada panglima besar ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi.


Selain itu Kapolri Tito Karnavia juga pernah menyebut jika JAD dan  Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) sama-sama pendukung utama ISIS di Indonesia yang dipimpin oleh Aman Abdurahman. Meskipun saat ini Amana Abdurahman di tahan di Mako Brimob namun jaringannya tak pernah berhenti

Apalagi sel-selnya dua kelompok teroris tersebut ada di sejumlah tempat di Indonesia, selain itu anggota kedua kelompk JAD dan JAT yang kembali berangkat ke Suriah serta kembali lagi ke Indonesia atau mereka yang tertangkap di otoritas Turki dan Yordania kemudian dikembalikan ke Indoensia.


Berdasarkan data yang ada pada Kapolri, jumlah anggota dua kelompok tersebut sudah berangkat ke Suriah lebih dari 1.100 orang dengan 500 orang di antaranya masih menetap di Suriah, dan 103 orang meninggal dunia di Suriah, serta sisa dari jumlah yang ada dideportasi kembali ke Indonesia.

Pemimpin JAD

Meskipun Aman Abdurahman telah mendekam di Mako Brimob, Depok, Ia masih diakui sebagai pemimpin JAD. Sebab selama ini para anggota diduga telah setia kepada pimpinannya baik yang di Indonesia ayaupun kepada panglima besar ISIS.  Jadi apapun yang terjadi Aman Abdurahman masih tetap menjadi pimpinan JAD.

Dalam laporan yang telah tersebar sebelumnya yang menyoal mengenai ISIS dimana laporan tersebut telah diterbitkan pada tahun 2017 oleh Dewan Keamanan PBB yang juga menyebutkan bahwa kekalahan kelompok teroris di Irak serta Suriah bisa mengintensifkan ancaman nyata ke Asia Tenggara.

Bahkan secara jelas laporan tersebut menyebut JAD dan Jamaah Ansarul Khilafah sebagai kelompok teroris kunci yang beraflisiasi dengan ISIS di Indonesia. Oleh sebab itu pemerintah, aparat keamanan harus lebih ekstra bekerja keras demi menjaga keamanan dalam negeri.

Demikian ulasan artikel mengenai sejarah JAD, semoga menambah wawasan pengetahuan anda, apabila anda membutuhka artikel ini untuk bahan referensi tugas perkuliahan dan lain-lain silakan letakan email anda dikolom komentar. jangan lupa share juga artikel ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel