VOC Dalam Keraguan Historiografi Indonesia

VOC Dalam Keraguan Historiografi Indonesia
VOC Dalam Keraguan Historiografi Indonesia - Sejarah Verenigde Oostindische Compangnie atau VOC adalah sejarah orang Belanda di seberang lautan, bukan sejarah Indonesia. Sejarah Indonesia adalah sejarah orang Indonesia di Indonesia Bukan  sejarah orang asing di Indonesia. 

Namun jika dilihat lebih arif, terlepas suka atau tidak suka dan buruk atau baik, sejarah orang asing di seberang laut adalah bagian dari sejarah Indonesia yang tidak boleh kita lupakan untuk dijadikan pembelajaran. 

Kata Compangnie mengalami proses transformasi menjadi kompeni, tidak lagi hanya di identifikasi sebagai VOC melainkan juga pemerintah Hindia Belanda atau kekuasaan kolonial Belanda di Indonesia. 

Layaknya dua sisi dari satu matang uang. Bagi banyak orang Belanda  keberadaan VOC pada awal abad 17 dianggap sebagai simbol dari awal kejayaan dan kemakmuran Belanda di abad-abad berikutnya. 

Bagi sekelompok sejarawan Belanda periode abad 17 dan 18 itu dianggap sebagai the age of partnership ketika Belanda yang diwakili VOC menjalin hubungan dengan kerajaan-kerajaan dan masyarakat dikepulauan Indonesia berdasarkan kesetaraan dan bingkai hukum yang jelas. 

Namun bagi sekelompok sejarawan Indonesia VOC sebagai sebuah kekuasaan yang eksploitatif dan telah menaklukkan kerajaan dan masyarakat Indonesia secara barbar. VOC dianggap bertanggung jawab terhadap praktik kekerasan dan penjarahan sumber-sumber ekonomi kepulauan Nusantara yang dilakukan secara sepihak. 

Ketika dua  pendapat yang saling bertolak belakang itu dipertemukan, seorang sejarawan yang mencoba melakukan konstruksi dan pemaknaan terhadap realitas masa lalu pada tataran objektivitas, sejarawan itu akan sangat mudah terjebak diantara tuduhan sebagai seorang yang sangat nasionalis atau tidak nasionalis. 

Bagi mereka semua, konstruksi sejarah adalah ideologi dan bukan bagian dari praktik intelektual untuk merekontruksi masa lalu dan memaknainya untuk kepentingan kekinian dan masa depan. 

Kelompok pertama (Belanda) dipenuhi dengan keinginan untuk menyangkal dan membersihkan diri dari kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat oleh nenek moyangnya dimasa lalu agar terhindar dari label penjahat baik dalam arti politis, ekonomis, hukum maupun moral. Mereka tidak segan-segan melakukan rekayasa historiografis untuk membuktikan tidak adanya kesalahan masa lalu itu. 

Sementara kelompok kedua (Indonesia) dirasuki oleh dendam sejarah tanpa akhir, dan bahkan tidak menutup kemungkinan mulai terjebak juga dalam kerakusan yang sama dengan colonizer. Tuntutan tidak sekedar permintaan maaf melainkan mulai bergeser menjadi “kompensasi” finansial.

Sumber di kutip dari catatan perkuliahan, sekian ulasan mengenai VOC Dalam Keraguan Historiografi Indonesia 

0 Response to "VOC Dalam Keraguan Historiografi Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel