Tokoh-Tokoh Pelopor Filsafat Sejarah



Seputarsejarah.com - Tokoh-Tokoh Pelopor Filsafat Sejarah. Filsafat sejarah sudah berkembang lama sebelum terdapat penelitian ilmiah mengenai fakta-fakta sejarah, dilingkungan dunia barat, baru terjadi sejak abad ke 19, terutama di Jerman dengan Herder, Emmanuael Kant, Hegel, Karl Marx, Fichte dan sejumlah ‘’ dewa’’ filsuf sejarah lainnya.

Para ahli ini menjalankan semacam ‘’analisi sejarah’’ berdasarkan sistem pemikiran mereka dan berdasarkan sejumlah ‘’gejala’’ dan fenomena-fenomena sejauh yang dipilih, yang belum pernah dipelajari dengan mendalam. Memang gejala tersebut hanya dihargai sebagai bahan untuk memupuk ilham mereka, namun disusun secara rapi.

Kebanyakan mereka kurang sependapat dengan penyelidikan sejarah, yang baru mulai berkembang di bawah pimpinan Niebuhr dan Ranke. Setelah hasil-hail sejarah mulai tampak, kewibawan para filusuf mulai menjadi semakin suram.

Syukurlah mereka ditolong oleh ahli-ahli sejarah sendiri, terutama pengikut Renke dan juga ahli-ahli sejarah dari luar Jerman yang sudah melupakan kebijaksanaan guru mereka.  mereka ditimpa kesombongan dan mengambil alih ‘’selimut kenabian’’ dari para filsuf, mereka mulai ‘’berupacara’’ sendiri sebagai ‘’penjaga harta’’ zaman lampau serta menjadi peramal dari depan.

Demikianlah kekacauan filsafat yang telah ‘’diperalat’’ oleh ahli-ahli yang sbenanarnya bukan ahli  sehingga muncul ‘’historisme’’ dan sampai sekarang terus ada pengikutnya.

Namun salah satu akar ilmu yang baru berkembang ini, yaitu usaha menetapkan ‘’wie-es-eigentlich-gewesen-ist’’, sejak semula telah menghadapi tantangan berat. Dilthey dan Crose menggarisbawahi perbedaan yang mereka anggap penting sekali antara pokok persoalan ilmu dan pokok persoalan sejarah. Dalam istilah-istilah yang kasar, perbedaan ini mungkin dapat digambarkan/ diwakili oleh dikotomi terkenal antara “jiwa” dan “alam”.

Kajian filsafat yang kedua, yaitu menguji metode dan kepastian ilmu sejarah, mulai berkembang di wilayah pimpinan Dilthey, Rickert, Croce, Collingwood, dan lain-lain walupun dalam lapangan filsafat ini belum di capai suatu kesepakatan bersama, harus kita akui, usaha mereka merupakan sumbangan yang penting ke arah pengertian yang lebih baik akan hakikat dan kemungkinan-kemungkinan pengembangan ilmu sejarah.

Usaha mereka dapat kita harapkan akan bemanfaat selama penyelidikan itu tidak bersifat amatir, tetapi sungguh-sungguh dilakukan oleh para ahli filsafat. Lebih baik lagi kalau penyelidik di samping ahli filsafat, juga ahli sejarah, atau sekurang-kurangnya orang yang pernah menjalankan penyelidikan historis berdasarkan sumber-sumber yang asli, sehingga dia sungguh-sungguh mengenal obyek yang diselidiki, ialah cara bekerja ilmu sejarah.

Sumber : Catatan Perkuliahan.

0 Response to "Tokoh-Tokoh Pelopor Filsafat Sejarah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel