Peristiwa Tri Sakti 1998 (Pelanggaran HAM Yang Belum Terungkap)

Peristiwa Tri Sakti 1998 (Pelanggaran HAM Yang Belum Terungkap)
Seputarsejarah.com,  Peristiwa Tri Sakti 1998 (Pelanggaran HAM Yang Belum Terungkap)Peristiwa Tri Sakti 1998  berawal dari Krisis Ekonomi yang terjadi di seluruh negara Asia termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri Krisis Ekonomi tersebut membuat rakyat banyak melakukan Demonstrasi. Demonstrasi itu  terjadi terjadi di kota-kota besar di Indonesia seperti Surabaya, Solo, Lampung dan yang terbesar sendiri di Jakarta. Ekonomi Indonesia mulai goyah pada awal 1998.

Mahasiswa pun melakukan aksi demonstrasi besar-besaran ke gedung DPR/MPR, termasuk mahasiswa Universitas Trisakti. Mereka melakukan aksi damai dari kampus Trisakti menuju gedung DPR/MPR pada pukul 12.30. Namun aksi mereka dihambat oleh blokade dari Polri-militer yang datang dating.  Kemudian beberapa mahasiswa mencoba bernegosiasi dengan pihak Polri.

Akhirnya, pada pukul 17.15 para mahasiswa bergerak mundur, diikuti bergerak majunya aparat keamanan. Aparat keamanan pun mulai menembakkan peluru ke arah mahasiswa. Para mahasiswa panik dan bercerai berai, sebagian besar berlindung di universitas Trisakti. Namun aparat keamanan terus melakukan penembakan. Korban pun berjatuhan, dan dilarikan ke RS Sumber Waras.

Pada pukul 20.00 dipastikan empat orang mahasiswa tewas tertembak dan satu orang dalam keadaan kritis. Meskipun pihak aparat keamanan membantah telah menggunakan peluru tajam, hasil otopsi menunjukkan kematian disebabkan peluru tajam.

Kejatuhan perekonomian Indonesia sejak tahun 1997 membuat pemilihan pemerintahan Indonesia saat itu sangat menentukan bagi pertumbuhan ekonomi bangsa ini supaya dapat keluar dari krisis ekonomi.

Pada bulan Maret 1998 MPR saat itu walaupun ditentang oleh mahasiswa dan sebagian masyarakat tetap menetapkan Soeharto sebagai Presiden. Tentu saja ini membuat mahasiswa terpanggil untuk menyelamatkan bangsa ini dari krisis dengan menolak terpilihnya kembali Soeharto sebagai Presiden.

Setelah keadaan semakin panas dan hampir setiap hari ada demonstrasi tampaknya sikap Brimob dan militer semakin keras terhadap mahasiswa apalagi sejak mereka berani turun ke jalan. Pada tanggal 12 Mei 1998 ribuan mahasiswa Trisakti melakukan demonstrasi menolak pemilihan kembali Soeharto sebagai Presinden Indonesia saat itu yang telah terpilih berulang kali sejak awal orde baru. Mereka juga menuntut pemulihan keadaan ekonomi Indonesia yang dilanda krisis sejak tahun 1997.

Mahasiswa bergerak dari Kampus Trisakti di Grogol menuju ke Gedung DPR/MPR di Slipi. Dihadang oleh aparat kepolisian mengharuskan mereka kembali ke kampus dan sore harinya terjadilah penembakan terhadap mahasiswa Trisakti.

Penembakan itu berlansung sepanjang sore hari dan mengakibatkan 4 mahasiswa Trisakti meninggal dunia dan puluhan orang lainnya baik mahasiswa dan masyarakat masuk rumah sakit karena terluka. Sepanjang malam tanggal 12 Mei 1998 hingga pagi hari, masyarakat mengamuk dan melakukan perusakan di daerah Grogol dan terus menyebar hingga ke seluruh kota Jakarta.

Mereka kecewa dengan tindakan aparat yang menembak mati mahasiswa yang membuat Jakarta geger dan mencekam. Bukan hanya itu ada juga aktivis yang diculik oleh aparat yang hingga kini belum terungkap.

Baca Juga: Sejarah Hak Asasi Manusia HAM Di Dunia

Itulah yang dapat kami sampaikan kepada anda, semoga artikel yang mengulas mengenai Peristiwa Tri Sakti 1998 (Pelanggaran HAM Yang Belum Terungkap) ini dapat anda jadikan sebagai rujukan atau referensi anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel