Mengenal dan Memahami Zaman Pra Sejarah Di Indonesia


Mengenal dan Memahami Zaman Pra Sejarah Di Indonesia

Mengenal dan Memahami Masa Pra Sejarah Di IndonesiaZaman pra sejarah atau bisa disebut juga nirleka, pre history, pra aksara, adalah zaman pada saat manusia belum mengenal tulisan (Disebut juga zaman belum ada tulisan). Dimulai sejak adanya manusia sampai manusia mengenal tulisan.

Sumber yang digunakan untuk mengetahui kehidupan prasejarah antara lain fosil dan artefak. Fosil adalah sisa mahluk yang telah membatu (menjadi batu). Fosil yang dapat member petunjuk disebut fosil pandu (Keifosil); Artefak adalaha lat-alat yang digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (terbuat dari batu, tulang maupun logam).

Cara mempelajari peninggalan sejarah zaman purba ada dua cara yaitu stratigrafi dan tipologi, berikut ini penjelasanya :

  • Cara stratigrafi adalah cara mempelajari peninggalan purba berdasarkan letaknya di dalam lapisan tanah (sesuai lapisan tanah)
  • Cara Tipologi adalah cara mempelajari peninggalan purba dengan mengelompokkan benda-benda purbakala kedalam kelompok yang sejenis.

Pembagian zaman prasejarah. Pembagian zaman berdasarkan hasil kebudayaan. Kehidupan zaman pra sejarah  di Indonesia dibedakan menjadi dua :

Zaman Batu
Zaman Batu, yaitu zaman dimana semua peralatan dibuat dari batu. Dibedakan menjadi empat yaitu :
Zaman Batu Tua (Palaeolithicum) Memiliki ciri-ciri : Peralatan terbuat dari batu; Jenis alat yang digunakan (Kapak genggam, kapak  perimbas dan alat serpih); Manusia hidup mencari makan dengan meramu dan berburu; Bertempat tinggal berpindah-pindah (nomaden); Belum mengenal seni.

Zaman Batu Madya (mesolithicum). Memiliki ciri-ciri : Peralatan terbuat dari batu;  Jenis alat yang digunakan (Kapak genggam, kapak perimbas dan alat serpih); Manusia hidup mencari makan dengan meramu dan berburu; Bertempat tinggal berpindah-pindah (nomaden); Ditemukannya Kjokkenmoddinger (bukit-bukit  karang hasil sampah dapur); ditemukannya Abris Sous Roche (gua-gua sebagai tempat tinggal); Sudah mengenal seni (lukisan pada dinding gua berbentuk cap tangan dan babi hutan; Alat yang digunakan disebut peble/Kapak Sumatra.

Zaman Batu Muda (neolithicum). Zaman ini merupakan revolusi pada zaman prasejarah (terjadi perubahan yang mendasar). Dan telahmengenal hasil-hasil kebudayaan sebagai berikut : Peralatan sudah dihaluskan, diberi tangkai. Jenis alat yang digunakan kapak persegi dan lonjong; Pakaiannya dari kulit kayu, perhiasannya dari batu dan manik; Telah bertempat tinggal menetap (sedenter); Telah menganut kepercayaan animism dan dinamisme .

Zaman Batu Besar (megalithicum). Hasil kebudayaannya umumnya terbuat dari batu dalam ukuran besar. Hasil benda-bendanya sebagai berikut : Menhirya itu tugu yang terbuat dari batu besar (untuk tempat memuja arwah leluhur); Dolmen yaitu meja batu yang digunakan untuk meletakkan sesaji; Kubur batu yaitu tempat menyimpan mayat.; Warugaya itu kubur batu yang berbentuk kubus; Sarkofagus yaitu kubur batu yang berbentuk lesung; Punden berundak  yaitu batu yang disusun berundak-undak (bertingkat).

Zaman Logam
Zaman logam. Yaitu zaman dimana manusia sudah menggunakan peralatan yang dibuat dari logam. Zaman ini dibedakan menjadi tiga yaitu:

Zaman perunggu. Yaitu zaman dimana peralatan yang digunakan di buat dari perunggu, diantaranya : Nekara Yaitu gendering besar terbuat dari perunggu yang digunakan untuk upacara mengundan ghujan. Nekara terbesar ditemukan di Bali yang disimpan di Pura Besakih  yang disebut The Moon Of Pejeng; Moko yaitu gendering kecil terbuat dari perunggu yang digunakan untuk upacara keagamaan atau mas kawin Kapak corong – kapak sepatu; Arca perunggu berbentuk orang atau binatang; Bejana perunggu berbentuk gitar Spanyol tanpa tangkai; Perhiasan perunggu berupa gelang, cincin, dan kalung.

Zaman Tembaga. Indonesia tidak mengalami zaman tembaga, setelah zaman perunggu Indonesia memasuki zaman besi.
Zaman Besi. Menghasilkan benda peralatan hidup dan senjata, antara lain tombak, mata panah, cangkul, sabit dan mata bajak.
Pembagian zaman berdasarkan corak kehidupan. Berdasarkan corak kehidupannya, zaman prasejarah dibedakan menjadi tiga masa yaitu :

Masa Meramu Dan Berburu
Manusia dizaman ini mencarimakan dengan mengumpulkan makanan dari hasil hutan (ubi, talas, buah-buahan, dansayur-sayuran) dan berburu binatang (banteng, kerbau liar, babi, rusa, dan burung).

Alat-alat yang digunakan. Kapak perimbas untuk merimbas kayu menguliti binatang dan memecah tulang. Alat serpih untuk melobangi dan menusuk. Kapak genggam untuk menggali ubi dan memotong daging binatang buruan. Mata tombak dant angkai tombak untuk berburu. Mereka membuat api dengan cara menggesek-gesekkan dua batu, sehingga keluar percikan-percikan api.

Masa Bercocok Tanam
Zaman ini merupakan revolusi pada masa prasejarah (mengalami perubahan yang besar). Dan telah mengenal cara hidup. Cara hidup meramu dan berburu berubah menjadi bercocok tanam di ladang ataupun sawah. Bertempat tinggal yang berpindah-pindah menjadi menetap (sedenter). Peralatan hidup dari batu halus. Kepercayaan mulai berkembang.

Masa Perundagian (Pertukangan)
Kehidupannya mulai menetap dalam kelompok-kelompok perkampungan. Lahir kelompok undagi (kelompok yang mempunyai keahlian menciptakan suatu barang).

Baca Juga: Kerajaan Kutai, Muncul Sebagai Tanda Berakhirnya Masa Pra Sejarah

Demikian yang dapat kami bagikan kepada anda, semoga artikel dengan judul Mengenal dan Memahami Zaman Pra Sejarah Di Indonesia ini bisa memberika pemahaman yang jelas dan mudah anda pelajari. 

0 Response to "Mengenal dan Memahami Zaman Pra Sejarah Di Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel