Meletusnya Gunung Tambora Dan Hilangnya Tiga Kerajaan


Seputarsejarah.com - Meletusnya Gunung Tambora Dan Hilangnya Tiga Kerajaan. Tragedi meletusnya Gunung Tambora bermula pada awal April 1815. Ketika itu kawasan di sekitar Gunung Tambora mulai bergetar. 

Dalam buku-buku sejarah ada dua versi mengenai peristiwa meletusnya Gunung Tambora. Ada yang menyebut tanggal 5 April ada pula yang menyebut tanggal 10 April. Penjelasan dibawah akan memperjelas kebenaran tersebut.

Getaran itu semakin menguat pada 5 April 1815 bersamaan dengan suara letusan yang terdengar menggelegar keras keangkasa, kemudian letusan mencapai proksima pada 10 sampai 12 April 1815 yang meluluh-lantahkan masyarakat yang bermukim di sekitar gunung Tambora, letusan yang sangat dashyat terjadi pada tanggal 10 1815 sekitar pukul 19.00 waktu setempat. 

Sejak saat itu hingga lima hari, ledakan Gunung Tambora mencapai klimaksnya.Pada malam hari, dari kejauhan Tambora memang benar-benar terang benderang lantaran api yang terus memancar dari puncak gunung tersebut. Suasananya sangat mencekam. Gunung itu seolah berubah menjadi aliran api yang sangat besar.

Pada saat bersamaan, letusan itu juga memuntahkan gas panas, abu vulkanik, dan batu-batu ke arah bawah sejauh 20 km hingga ke laut. Desa-desa di sekitar Tambora pun musnah dilalap aliran piroklastik tersebut.

Letusan Gunung Tambora juga membawa material longsoran yang sangat besar ke laut. Longsoran itu menimbulkan tsunami di berbagai pantai di Indonesia seperti Bima, Jawa Timur, dan Maluku.
Ketinggian tsunami tersebut ditaksir mencapai 4 meter. Bukan hanya itu, ledakan dahsyat tersebut juga menebarkan abu vulkanik hingga ke Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. Bahkan bau nitrat juga tercium hingga ke Batavia (kini Jakarta). Hujan besar disertai jatuhnya abu juga terjadi.

Menurut Haris Firdaus dalam bukunya berjudul Misteri-misteri Terbesar Indonesia (2008), tiga kerajaan kecil hangus dan hancur terkena lahar dan material letusan Gunung Tambora. Ketiga kerajaan itu adalah Kerajaan Pekat yang berjarak sekitar 30 km sebelah barat dari Tambora. Lalu, Kerajaan Sanggar berjarak 35 km sebelah timur Tambora, dan Kerajaan Tambora berjarak 25 km dari gunung tersebut.

Letusan Gunung Tambora itu terdengar hingga ke Pulau Sumatera, Makassar, dan Ternate sejauh 2.600 km. Abunya juga diterbangkan sejauh 1.300 km dengan ketinggian 44 km dari permukaan tanah. Volume debu ditaksir mencapai 400 km3. 

Tebalnya debu-debu yang berterbangan di langit, sepanjang daerah dengan radius 600 km dari gunung tersebut terlihat gelap gulita selama dua hari. Maklum, sinar matahari tak mampu menembus tebalnya abu-abu tadi. Daerah paling menderita tentu saja yang berdekatan dengan lokasi Gunung Tambora.

Sumber : kutipan berbagai sumber

0 Response to "Meletusnya Gunung Tambora Dan Hilangnya Tiga Kerajaan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel