Kompetisi, Konflik, dan Kejayaan Jan Compagnie



Seputarsejarah.com - Kompetisi, Konflik, dan Kejayaan Jan Compagnie. J.H Plumb yang menyetir pendapat para sejarawan Belanda sepakat bahwa perluasan kekuasaan dan keberhasilan Belanda bersama VOC pada akhir abad 16 sampai pertengahan abad 17 merupakan sebuah keajaiban.

Keberhasilan portugis menguasai Malaka pada tahun 1511 secara tidak sengaja telah merubah keseimbanagan politis dan pola jaringan ekonomi dan perdaganagan dikepulauan Indonesia. 

Perang agama disamping kepentingan ekonomis yang dikumandangkan portugis telah mempercepat tumbuhnya negara-negara baru, yang sebagian beasar didukung oleh perkembanagan agama  islam sepanjang abad 16 sampai bagian abad 17. 

Keberadaan kesultanan-kesultanan baru yang sekaligus menjadi pusat-pusat produksi dan perdaganagan baru itu telah membentuk pola kompetisi dan konflik dalam sejarah VOC di Indonesia.

Kompetisi dan konflik antara belanda, portugis, dan inggris segera terjadi di kepulauan Indonesia sejak awal abad 17 dan segera disusul dengan terbentuknya konflik persegi banyak yang melibatkan barat dan timur sekaligus.

Kompetisi dan konflik itu diteruskan setelah pembentukan VOC, yang berakhir dengan pendudukan VOC bersama-sama orang Hitu atas banteng Portugis di Ambon pada tahun 1605. Sementara itu sepanyol berhasil menduduki ternate dan tidore pada tahun 1606, yang mengakibatkan para petinggi wilayah itu diasingkan di manila.

Hubungan baik VOC dengan penguasa Banten telah memungkinkan Compagnie ini mulai membangun kekuatan di jakarta, paling tidak sejak tahun 1610 setelah sebelumnya berhasil membangun kantor tetap di Banten pada tahun 1603. 

Dalam konteks waktu ini sebenarnya terdapat perbedaan pendapat diantara para sejarawan tentang kapan VOC mulai membangun kekuasaanya di jakarta, yang sebelumnya bernama jayakarta dan kemudian batavia. Vincent Houben cenderung merujuk pada tahun dalam konteks formal yaitu 1619 yng ditandai oleh pembentukan kantor pusat  VOC di batavia.

Pengangkatan Jan Pieterszoon Coen sebagai salah satu petinggi pelaksana lapangan telah mendorong VOC semakin percaya dengan kebijakan yang semakin ekspansif.

 Keberhasilan demi keberhasilan dalam persaingan dengan sesama Barat memperkuat kepercayaan dari VOC, sehingga tidak mengherankan jika Portugis terpaksa harus segera pergi dari kepulauan Maluku dan akhirnya menyerahkan Malaka kepada VOC pada tahun 1641.

Secara sengaja atau tidak sengaja Jan Pieterszoon Coen telah memberi roh kepada compagnie dan negara kolonial yang mengikutinya. VOC telah membangun sebuah tradisi yang kemudian menjadi simbol kekuasaan kolonialisme dan imperialisme barat atas negeri-negeri di asia dan afrika.

Sumber : Catatan Perkuliahan

0 Response to "Kompetisi, Konflik, dan Kejayaan Jan Compagnie"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel