Apakah Indonesia Dijajah Belanda Selama 3,5 Abad? (Catatan Keraguan Historiografi Indonesia)


Seputarsejarah.com - Apakah Indonesia Dijajah Belanda Selama 3,5 Abad? (Catatan Keraguan Historiografi Indonesia). Di dalam sistem pengetahuan masyarakat Indonesia tentang masa lalu, merka percaya bahwa bangsa Indonesia telah dijajah oleh Belanda selama tiga setengah abad sebelum tentara Jepang mengambil alih kekuasaan pada saat perang dunia II dan aktivis pergerakan kebangsaan Indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. 

Padahal dalam prespektif sejarah objektif, anggapan itu tidak lebih adri sebuah mitos, dan bahkan samapai tingkat tertentu pendapat itu telah berubah menjadi ideologi pembodohan yang seolah-olah harus diterima sebagai kebenaran oleh bangsa Indonesia.

Jika dilakukan pengkajian-pengkajian terhadap priodisasi yang dibuat oleh sebagian besar sejarawan akademis.

Read More : 
Pemerintahan Belanda di Indonesa, Sebuah Kelanjutan Warisan VOC 
Kompetisi, Konflik, dan Kejayaan Jan Compagnie

Mereka pada prinsipnya membedakan antara sejarah kolonilisme belanda dengan terbentuknya negara kolonial. Sejarawan sepakat bahwa pembentukan negara kolonial hanya berkaitan erat dengan pemerintahan Hindia belanda, bukan dengan VOC.

Sejarawan muda belanda Vincent Houben didalam tulisanya yang berjudul  Van kolonie tot eenheidsstaat. Indonesie in de negentiende en twintigste eeuw, sejarah indonesia sebagai sebuah koloni dimulai dari tahun 1800. 

Sejarawan Indonesia terkemuka Sartono Kartodidjo baru mulai menggunakan istilah pemerintah kolonial setelah berbicara tentang masa Hindia Belanda dalam bukunya yang berjudul Pengantar sejarah Indonesia baru, namun dalam buku lain yang diedit oleh Sartono dan dipublikasi oleh pusat sejarah ABRI, VOC dimsukan dalam perlawanan kolonialisme.

Sartono ternyata tidak sendirian, karena sebagian besar buku yang ditulis sejarawan Indonesia memang tidak membicarakan secara tegas mengenai kedudukan VOC didalam sejarah Indonesia.
Didalam historiografi Indonesia selama ini, terminologi masa kolonial pada satu sisi mencakup periode VOC, namun pada sisi lain VOC tidak diakui sebagai kekuasaan kolonial.

Sebuah perspektif yang sedikit berbeda ditawarkan oleh buku sejarah nasional indonesia yang kerangka dasarnya dipengaruhi oleh Sartono. Buku ini menempatkan VOC dalam konteks kontak awal kerajaan-kerajaan Islam atau kerajaan tradisional yang ada dikepulauan Indonesia dengan barat. Sementara itu hindia belanda ditempatkan dalam lingkup perkembangan Indonesia sejak abad 19.

Adanya kebimbangan historiografi yang berkaitan dengan VOC itu dapat dipahami, mengingat kompleksitas dari identitas organisasi itu sendiri. Sebagian besar pendapat menyatakan bahwa organisasi yang bermodal awal sekitar enam juta gulden ternyata bukan hanya sekedar sebuah perusahaan atau kumpeni dagang. 

Menurut Vincent Houben dalam bukunya yang telah disebut diatas. Sejak awal VOC bersifat mendua. Biarpun VOC didirikan dalam rangka menggabungkan perusahaan-perusahaan dagang Belanda yang saling bersaing secara ekonomis padawaktu itu, eksistensi kelembagaan VOC tidak dapat dipisahkan dengan kepentingan kekuasaan politis dan unsur-unsur militer. 

Sementara itu, sejarawan Indonesia Moh. Ali membahasakan, “VOC adalah negara belanda yang berdagang dengan leluasa atau negeri Belanda yang bernama VOC”.

Hak militer difensif yang pada mulanya untuk melawan portugis, ternyata berpindah haluan menjadi ofensif dalam ekspansi VOC ke nusantara. VOC memnag sebuah compagnie namun VOC juga mempraktekan kekuasaan politis pemerintahan dan perang. Akibatnya banyak pemodal yang potensial menarik diri pada awal pembentukanya 20 maret 1602.

Sumber : Catatan Perkuliahan

0 Response to "Apakah Indonesia Dijajah Belanda Selama 3,5 Abad? (Catatan Keraguan Historiografi Indonesia)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel