Sejarah Rusia Dalam Dua Zaman

Seputarsejarah.com - Sejarah Rusia sebagai negara merdeka seperti sekarang ini sebenarnya baru dimulai pada tahun 1990 dengan Boris Yetslin sebagai presiden pertama. Akan tetapi jauh sebelum itu Rusia memiliki sejarah yang sangat panjang, yakni ketika mereka dalam bentuk kestaran atau kekaisaran dari tahun 805 sampai dengan 1917, dan merupakan bagian dari Uni Soviet bersama dengan negara-negara di Eropa Timur lainnya dari tahun 1922 sampai dengan tahun 1991.

Rusia Dalam Kekaisaran
Sejarah Rusia dimulai ketika negara mereka dalam bentuk ketsaran atau kekaisaran pada tahun 1547 dengan Ivan IV yang menjadi pemimpin pertama. Akan tetapi ada beberapa yang mengatakan bahwa ketsaran Rusia sudah dimuali dari tahun 825, yaitu sejak kedatangan bangsa Norman yang dipimpin oleh Rurik ke daerah Novgorod. Akan tetapi masa ini tidak begitu banyak memiliki penjelasan, dan salah satu peristiwa penting adalah ketika kekaisaran ini ditaklukan oleh orang-orang Timur Leng yang dipimpin oleh Batu Khan, cucu dari Genghis Khan.

Model pemerintahan yang dianut pada masa kekaisaran ini adalah pemerintahan otokrasi, yaitu penguasaan tunggal terhadap segala kebijakan yang diterapkan di daerah kekaisaran oleh raja atau kaisar. Sistem ini pertama kali diperkenalkan di Rusia oleh Peter I. Kebijakan pemerintah pada waktu itu adalah berfokus untuk memperbaiki keadaan yang sangat jauh tertinggal dari negara-negara di Eropa pada umumnya.

Seperti contoh dalam sistem pertanian Rusia sangat jauh dengan negara-negara di Eropa, padahal mayoritas penduduk Rusia pada waktu itu adalah petani. Belum lagi upaya untuk mengimbangi kekuatan Kesultanan Utsmaniyah di Turki. Rusia pada waktu itu mencoba untuk membuka jalur laut disebelah utara, karena mereka belum memiliki pelabuhan yang bisa digunakan sepenuhnya setiap tahun. Pada masa pemerintahan ini Rusia berhasil menaklukkan Swedia.

Pada masa paruh pertama abad ke 19, ketika dipimpin oleh Alexander I keadaan Rusia belum banyak berubah, keadaan ekonomi masih buruk, banyak petani yang hidup di bawah garis kemiskinan, hal ini disebabkan karena kekalahan Rusia atas Prancis yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte. Barulah pada tahun 1858 Rusia yang dipimpin oleh Alexander II berhasil menginvasi daerah Manchuria Luar yang berada di bawah kekaisaran Cina. Pada tahun 1859 Alexander II membuat kebijakan dengan menghapuskan perbudakan, karena 4 tahun sebelumnya sangat banyak gerakan reformasi tentang sosial kemanusiaan berkembang yang disebabkan banyaknya keadaan petani yang sangat buruk jika dibandingkan dengan keadaan petani di dataran Eropa. Pada tahun 1877 Rusia berhasil mengalahkan kekaisaran Utsmaniyah di Turki.

Pada tahun 1905 Rusia yang dipimpin oleh Nicholas II mengalami kedaan yang terburuk yang disebabkan oleh kekalahan dalam perang dengan Jepang.  Kekalahan ini memunculkan banyak aksi protes dan pemberontakan di dalam negeri. Salah satu peristiwa yang paling dikenal adalah pembantaian yang dilakukan pihak militer Rusia kepada masa yang ingin mengirim petisi kepada Tsar. Peristiwa ini terjadi pada Januari 1905 di depan istana musim dingin St. Petersburg. Aksi militer ini memunculkan banyak sekali protes dan dimualillan revolusi Rusia yang dipimpin oleh Soviet (dewan pekerja) yang menggerakkan kaum-kaum revolusioner. Revolusi ini mengakibatkan perekonomian Rusia sempat lumpuh.

Pada bulan Maret 1917 terjadi pemogokan oleh kaum pekerja di sebuah pabrik di St. Petersburg, dan dalam seminggu hampir semua pekerja di kota tersebut melakukan pemogokan. Hal ini berakibat pada banyaknya kerusuhan yang terjadi. Akhirnya pada tanggal 15 Maret 1917 Nicholas II mengundurkan diri, dan sekaligus menjadi Tsar terakhir.

Pemerintahan dipegang sementara oleh Alexander Kerensky yang bertindak sebagai perdana menteri pada pemerintahan sementara Rusia. Akan tetapi pemerintahan ini tidak juga memperbaiki keadaan, hingga akhirnya meletuslah Revolusi Rusia yang dipimpin oleh kaum Bolshevik atau biasa disebut revolusi Bolshevik pada Oktober 1917. Revolusi ini berhasil menggulingkan pemerintahan sementara Kerensky, dan pemerintahan Rusia dipimpin oleh Vladimir Lenin yang pada waktu itu merupakan pimpinan kaum Bolshevik. Masa inilah yang nantinya menjadi awal dari pembentukan Uni Soviet, yang mana menjadikan Rusia sebagai pusat dari pemerintahan tersebut.

Secara keseluruhan pemerintahan pada masa Ketsaran atau kekaisaran ini bersifat Monarki Absolut atau pemerintahan yang dipegang secara tunggal oleh Tsar, dimana Tsar memiliki kekuasaan sepenuhnya dalam mengatur pemerintahan. Masa ini dianggap mengalami masa kejayaannya ketika dipimpin oleh Yaketrina II atau sering disebut Katerina Agung pada tahun 1762 sampai 1796.

Rusia Dalam Uni Soviet
Setelah kejatuhan pemerintah sementara Kerensky, Rusia dipimpin oleh kaum Bolshevik, dan secara keseluruhan dikuasai oleh kelompok dari partai Buruh Sosial Demokrat Rusia, yang merupakan pecahan dari partai Demokratik Sosialis Rusia. Pemerintahan dipimpin oleh Vladimir Lenin. Dalam pemerintahannya Lenin menghendaki cara perubahan secara revolusioner dengan pimpinan terpusat yang ketat. Salah satu cirinya adalah memegang atau mengandalkan kaum buruh dan serdadu merah (serdadu pemerintahan Lenin).

Program Lenin dalam revolusinya adalah menyerahkan tanah-tanah kepada para petani, pembagian makanan serta perdamaian. Lenin sendiri melaksanakan roda pemerintahan dengan diktator, ida mendirikan Cheka (polisi rahasia) untuk meneror lawan-lawan politiknya, bahkan membunuh siapa-siapa saja yang mencoba menghalangi.

Pada tanggal 3 Maret 1918 terjadi perang saudara antara “tentara putih” yang merupakan saudara-saudara dari Nicholas dengan tentara merah milik pemerintahan. Pada perang ini pihak tentara putih dibantu oleh Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Jepang. Peperangan ini dimenangkan oleh tentara merah yang dipimpin oleh Leon Trotsky. Akan tetapi hal ini berdampak pada munculnya permasalahan-permasalahan kemanusiaan, kelaparan yang meninpah hampir seluruh Rusia. Hal ini direaspon oleh Lenin dengan kebijakan yang mengizinkan adanya perusahaan-perusahaan milik pribadi serta toko-toko untuk melakukan bisnis. Akan tetapi hal ini tidak berhasil sepenuhnya. Karir Lenin sendiri berhenti bersama kematiannya pada tanggal 21 januari 1924.

Setelah kematian Lenin, pimpinan pemerintahan digantikan oleh Josef Stalin dari tahun 1924. Pada waktu pemerintahannya ia melakukan modernisasi di bidang pertanian dengan cara yang terkenal cukup ganas, banyak rakyatnya yang mati kelaparan, ataupun dibuang ke kamp-kamp konsentrasi di Siberia, bahkan ada yang langsung dieksekusi dengan hukuman mati. Stalin juga tidak segan-segan untuk membunuh banyak orang apabila dianggap sebagai pembangkang termasuk juga militer. Seperti contoh operasi pembersihan tahun 1937. Pada waktu pemerintahan ini dimulailah industrialisasi meskipun hanya sebatas untuk kepentingan militer.

Industrialisasi yang dijalankan pemerintah seperti pembuatan alat berat, alat-alat perang. Dalam kurun waktu ini Uni Soviet mengalami peperangan dengan Nazi Jerman, yang mengakibatkan perekonomian sempat hancur. Hal inilah yang diteruskan oleh pemerintah Uni Soviet pasca meninggalnya Josef Stalin tahun 1953 yang kemudian digantikan oleh Nikita Khrushchev. Pada pemerintahan Khrushchev Uni Soviet mulai melakukan hubungan baik dengan negara-negara barat, model yang saat itu disebut sebagai Destalinisasi.

Gaya pemerintahan seperti ini diteruskan kembali oleh Leonid Brezhnev, ia berusaha mengurangi ketengan-ketegangan dengan dunia barat, akan tetapi Brezhnev masih melakukan pendekatan-pendekatan dengan bantuan kepada negara-negara yang pro komunis. Hal inilah yang menimbulkan permasalahan lagi dengan Amerika yang pada waktu itu dipimpin oleh Jimmy Carter dan Ronald Reagen.

Pada pemerintahan Brezhnev ini juga dianggap sebagai masa stagnasi, karena tidak ada pembaharuan baik dalam bidang politik, ekonomi, dan teknologi yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang terlalu kaku. Ekonomi negara pun mengalami masa yang buruk. Pecahnya perang antara Afganistan dengan Soviet.

Pada saat keadaan negara yang kacau hadirlah pemimpin baru dari partai komunis, pemimpin yang melakukan banyak sekali perubahan frontal, yang tidak sedikit bertolak belakang dengan kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh para pemimpin Soviet sebelumnya. Mikhail Gorbachev yang menjabat dari tahun 1985 dianggap sebagai tokoh pembaharu dalam pemerintahan Soviet yang terkesan kaku dan tidak ada perubahan. Kebijakan yang ia terapkan memiliki dampak yang sangat besar dan menjadi tonggak dari sejarah baru Rusia dikemudia hari.

Kebijakan itu adalah Glasnot (keterbukaan), Perestroika (restrukturisasi ekonomi) dan uskoreniye (percepatan pembangunan ekonomi). Untuk pertama kalinya rakyat rakyat Uni Soviet mendapat kebebasan berbicara dan berpendapat secara lebih besar. Kebebasan pers mulai diterapkan serta ribuan tahanan politik dibebaskan dari kamp-kamp kerja paksa. Tujuan utama Gorbachev mengadakan glasnost adalah untuk menekan kaum konservatif yang menentang kebijakan restrukturisasi ekonominya. Melalui berbagai keterbukaan, debat, dan partisipasinya, Gorbachev berharap rakyat Soviet akan mendukung setiap langkah pembaruannya.

Pembaharuan ekonomi dilakukan dengan cara mengizinkan kepemilikan pribadi perusahaan dalam bidang jasa, manufaktur, dan perdagangan luar negeri, hal ini tidak pernah dilakukan sebelumnya. Pada awalnya semua kebijakan ini untuk membangun perekonomian Uni Soviet yang mana sudah terlanjur terpuruk karena operasi-operasi militer, spionase, dan bantuan kepada negara-negara sahabat. Ditambah lagi maraknya pasar gelap. Hal inilah yang menjadi dasar tujuan penerapan kebijakan ini. Akan tetapi hal ini menimbulkan dampak yang diluar kontrol pemerintah.

Keterbukaan dalam pers dan berdemokrasi telah membuat pemerintah kehilangan kontrol. Hal ini disebabkan pers telah membuka wawasan tentang apa yang sesungguhnya terjadi dalam pemerintahan di Uni Soviet, seperti dalam sosial ekonomi, penyalahgunaan obat-obatan, korupsi, pabrik-pabrik yang sudah ketinggalan zaman, perang Afganistan, kasus pembangkit listrik di Chernobyl. Rakyat mulai merasakan dampak dari kebijakan Glasnost ini.

Munculnya rasa kebangsaan dalam pemerintahan yang menimbulkan ketegangan-ketegangan dari negara-negara satelit yang selama ini mendukung Uni Soviet. Keinginan untuk merdeka dari setiap-setiap etnis di Uni Soviet semakin membuat keadaan pemerintahan semakin kacau. Pergolakan rakyat juga terjadi yang mana disebabkan oleh pengaruh-pengaruh dari keadaan politik Eropa Timur pada saat itu. Pengeluaran negara semakin besar dan pendapatan menurun karena maraknya pasar gelap, industri yang lesu, dan adanya oligarki yang memasuki jajaran pemerintahan yang menyebabkan kekacauan sistem perpajakan. Hal ini semakin meruntuhkan kekuatan pemerintah, dan praktis pada tahun 1990 pemerintah Uni Soviet benar-benar kehilangan kontrol.

Akhirnya Uni Soviet benar-benar runtuh pada tanggal 26 Desember 1991 ketika Majels Agung Uni Soviet membubarkan dirinya. Pemerintahan pada waktu itu dimpin oleh Boris Yeltsin yang diangkat satu hari sebelumnya. Dari sinilah dimulai negara Federasi Rusia dengan bentuk pemerintahan seperti sekarang ini.

0 Response to "Sejarah Rusia Dalam Dua Zaman"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel