Rusia Baru, Dari Soviet Hingga Rusia


Seputarsejarah.com- Semenjak diterapkannya kebijakan Glasnost dan Perestroika, pemerintah tidak bisa lagi menghalang-halangi rakyat Uni Soviet untuk memberikan pendapat tentang berbagai macam hal, penuntutan kebebasan dalam segala bidang juga tidak lepas dari ini. Keterbukaan informasi memberikan peluang rakyat Uni Soviet pada waktu itu untuk belajar banyak tentang dunia luar. Hal inilah yang berlanjut pada rakyat Rusia paska bubarnya Uni Soviet. Hal ini memberikan dampak yang cukup besar. Teknologi mulai berkembang, ilmu pengetahuan, budaya, perekonomian, kebebasan dalam beragama mulai bermunculan.

Hal ini yang menjadi landasan utama dari faktor-faktor transformasi dari pemerintah Rusia sekarang ini, yang mana dapat bangkit dengan cukup cepat dalam kurun waktu 13 tahunan. Inilah yang menjadikan beberapa kalangan menyebut Rusia sekarang sebagai Rusia baru, dan lebih berwarna, bahkan sampai sekarang Rusia masih berusaha untuk melepaskan citra komunis yang terkesan otoriter, sentralisasi, kaku pada dunia internasional. 

Semangat perubahan begitu terasa dalam pemerintahan Rusia, segala sektor dibangun, bahkan dalam bidang olahraga mereka juga tidak ingin ketinggalan, ini semua terangkum dalam semangat pemerintah Rusia untuk kembali menajdi negara adi daya di dunia. Secara administratif Rusia merupakan pewaris terbesar dari pemerintahan Uni Soviet. Dari segi wilayah, sistem pemerintahan, demografi, perekonomian, militer bahkan dari segi budaya. Hal ini bersamaan dengan permasalahan yang dialami oleh Uni Soviet pada akhir-akhir pemerintahannya yang harus ditanggung oleh Rusia. 

Dari segi wilayah Rusia memiliki luas sekitar 17.075.400 Km2 dengan jumlah penduduk 141.915.979 orang, yang mana menjadikannya negara dengan wilayah terbesar di dunia dan peringkat ke-7 dalam hal jumlah penduduk. Rusia masuk dalam wilayah Eropa bagian timur dan berbatasan langsung dengan Asia, dimana pegunungan Ural yang menjadi pembatas diantaranya. Dilihat dari segi sumber daya alam mereka tidaklah terlalu besar, karena itulah mereka memiliki sistem perekonomian yang sangat baik. Nuklir dan minyak bumi menjadi andalan Rusia dalam hal sumber daya alam, akan tetapi komoditi atau andalan utama Rusia dalam ekspor adalah dalam bidang persenjataan. 

Semenjak keruntuhan Uni Soviet, Rusia mendapat masalah pelik dalam pemerintahan baik dalam dan luar negeri dan juga perekonomian. Serta antusiasme atau rasa kebangsaan rakyat Rusia. Pemerintahan sebelumnya yang cenderung korup karena terlalu banyak campur tangan orang serta para oligarki yang mempunyai peranan penting dalam pemerintahan telah dicoba untuk dikikis habis. Hal ini dimulai dengan gencar pada saat Rusia dipimpin oleh Vladimir Putin. Penciptaan birokrasi yang efisien dan penguatan kembali campur tangan negara dalam segala bidang. Hal ini menimbulkan rasa kepercayaan rakyat terhadap pemerintah, munculnya kestabilan politik. 


Tidak heran karena sebelumnya rakyat begitu menderita karena adanya raja-raja kecil dalam pemerintahan yang mana mereka memiliki hubungan yang sangat dekat dengan mafia. Rusia mulai aktif dalam organisasi keamanan dunia. Ikut andil dalam mengatasi berbagai masalah internasional, yang terbaru adalah campur tangan Rusia dalam kasus Suriah. Sifat tegas Putin telah menajdi ciri khas dari Rusia saat ini di mata dunia. Ini semua merupakan bagian dari usaha besar untuk menjadi negara adidaya.

Dalam bidang perekonomian negara berupaya untuk memiliki peranan yang lebih besar dengan cara mengambil alih perusahaan-perusahaan swasta menjadi miliki negara. Hal ini dirasa penting karena sebelumnya perusahaan ini selalu diluar kendali pemerintah, ditambah lagi keuntungan dari perusahaan ini selalu mengalir keluar. Terbebasnya para pengusaha ini dari pajak karena mereka memiliki hubungan yang sangat dekat dengan orang-orang pemerintahan. Mereka menjadi penyokong dalam legitimasi politik pada waktu itu.

Perubahan ini sudah dimulai oleh  Putin, berbagai macam perusahaan swasta telah dinasionalisasi, pendapatan negarapun semakin meingkat. Melepaskan campur tangan para pengusaha dalam pemerintahan adalah usaha yang paling besar. Bahkan pemerintah telah memiliki semacam agen rahasia yang dianggap sebagai jebolan KGB (intelejen pada masa Uni Soviet) yang bertugas untuk “mendidik” para pengusaha yang bermaksud untuk merugikan negara.

Perbaikan perekonomian ini berbanding lurus dengan perbaikan dibidang pendidikan, sastra, seni dan bahkan olahraga. Pendidikan akan menghasilkan sumber daya manusia yang berguna untuk negara, begitu juga dengan sastra, seni, dan olahraga. Sekolah disemua tingkat bebas dari biaya kecuali perguruan tinggi swasta. Satu hal yang pasti Rusia kini memiliki semangat yang besar untuk menjadi yang terbaik. Seperti halnya budaya orang Amerika yang ingin menjadi yang terbaik, Rusia juga mengalami hal yang sama. 

Tidak adanya sensor telah membuat rakyat Rusia bebas untuk berkreasi, berbagi pandangan, mengembangkan bakat dan pemikiran. Dalam hal keagamaan pun juga telah terjadi perubahan. Semua rakyat Rusia bebas untuk menjalankan agamanya di tempat umum. Mayoritas penduduk Rusia menganut agama Kristen Ortodoks, dan mereka dianggap sangat taat atau setidaknya dekat dengan agama ini. Karena itulah gereja memiliki peranan yang cukup besar dalam budaya di Rusia. 

Selain Kristen Ortodoks ada agam Islam yang menjadi agama terbesar kedua disana dengan jumlah hampir mencapai 21 – 28 juta orang atau 15 – 20 persen dari jumlah keseluruhan. Secara sejarah Islam memang sudah dekat dengan Rusia, yang mana telah dimulai pada tahun 922 di Volga Bulgaria dan Uni Soviet yang pada waktu itu memiliki daerah yang berpenduduk mayoritas muslim, seperti Ajerbaizan, Kazakhstan, Turkmenistan dan lain-lain. Di Rusia sekarang ada daerah Dagestan dan Chechnya. Bahkan mereka sudah melakukan hubungan dengan Indonesia yang mana memiliki penduduk dengan mayoritas muslim terbanyak di dunia. 

Selain itu dalam pemerintahan Vladimir Putin sudah ada kabinet yang merupakan seorang muslim, hal ini sebagai respon dari adanya keberadaan kaum muslim yang sejarahnya tidak bisa dilepaskan dari sejarah Rusia. Selain itu pertumbuhan masyarakat muslim disana lebih besar bila dibandingkan dengan pertumbuhan masyarakat Rusia lainnya. Hal inilah yang membuat beberapa kalangan berspekulasi bahwa pada tahun 2050 Rusia akan menjadi negara muslim. 

Tapi yang  pasti Rusia telah banyak berbenah dari keterpurukan dan mampu bangkit hanya dalam tempo yang cukup singkat, selain itu rakyat Rusia selalu menghendaki adanya perubahan, yang memungkinkan Rusia akan selalu merubah wajahnya setiap saat. Ini bisa menjadi bahan pembelajaran untuk bangsa-bangsa lainnya yang tengah berusaha mencapai perbaikan-perbaikand alam segala bidang.

Sumber : Catatan Tugas Kuliah Bagus Bahagio Rahardjo, S.S.

0 Response to "Rusia Baru, Dari Soviet Hingga Rusia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel