Perbedaan Legenda, Mitologi, dan Foklore


Seputarsejarah.com: Perbedaan Legenda, Mitologi, dan Foklore

Legenda, Mitologi, dan Foklore sering dikaitkan dengan peristiwa sejarah, namun ketiganya tidak bisa dikataian sebagai sejarah karena tidak memenuhi unsur fakta sejarah. Berikut adalah perbedaan ketiganya :

Legenda, merupakan cerita rakyat yang dianggap pernah terjadi tetapi tidak di anggap suci. Misalnya legenda Roro Jonggrang, Rawa Pening di Jawa Tengah, Malin Kundang di Sumatera Barat, Sangkuriang di Jawa Barat.

Mitologi, ialah cerita rakyat yang umumnya berhubungan dengan para dewa. Misalnya : mite tentang Dewi Sri, Nyi Roro Kidul, Dewi Nawang Wulan. Diluar Indonesia misalnya, tentang Hercules, Ramayana, Mahabrata, dan sebagainya.

Foklor atau foklore berasal dari bahasa Inggris, yang berarti tradisi kolektif atau tradisi masyarakat tertentu. Foklore mempunyai ciri-ciri yaitu:

- Penyebaran dan pewarisanya biasanya dulakukan secara lisan.
- Bersifat anonim, artinya nama penciptanya sudah tidak diketahui lagi.
- Mempunyai kegunaan bagi kehidupan kolektif pendukungnya
- Bersifat pralogis, yaitu mempunyai logika tersendiri yang tidak sesuai dengan logika ilmu pengetahuan
- Menjadi milik bersama, kelompok tertentu.

Sumber : Buku catatan SMA

0 Response to "Perbedaan Legenda, Mitologi, dan Foklore"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel