Pengertian Dan Metodologi Sejarah




Seputarsejarah.com - Jika mendefinisikan pengertian sejarah tentunya akan banyak definisi, sebab setiap sejarawan memiliki devinisinya masing-masing tapi tetap tidak menghilangkan makna sejarah tersebut. dari sekian banyak definisi sejarah berikut yang dapat disimpulkan. 
Sejarah ditinjau dari arti katanya.
Sejarah berasal dari bahasa Arab yaitu Sajarotun yang semula berarti pohon atau cabang. Kemudian mengalami perkembangan dan berarti asal usul, silsilah, riwayat seperti : tambo, silsilah, babad, riwayat dan lain-lain. Keadanya memang seperti pohon, ada cabang dan rantingnya.
 
Sejarah ditinjau dari pengertianya
Dengan demikian, sejarah bukan hanya deretan tahun-tahun (kronologis) kejadian-kejadian dimasa lampau. Sejarah macam ini hanya mempersoalkan apa, kapan,dimana, peristiwa-peristiwa itu terjadi. Sejarah sesungguhnya harus mempersoalkan pertanyaan-pertanyaan yang paling penting yaitu : bagaimana dan mengapa. Kedua pertanyaan ini bersifat analitis dan kausalitet yang merupakan isi pokok dari sejarah. jadi dapat diartikan sejarah adalah peristiwa masa lalu yang berkaitan dengan manusia.

Metodologi sejarah
Suatu proses meneliti, menguji dan menganalisa secara kritis dan teliti rekaman-rekaman, bekas-bekas, jejak, bukti-bukti, kesaksian-kesaksian, peninggalan-peninggalan umat manusia dimasa lampau. Disamping itu juga meliputi usaha sintesa/analisa/pemahaman, termasuk memasukan konsep-konsep dan teori-teori ilmi sosial sehingga menjadi penulisan sejarah (historiografi).

Untuk memperoleh suatu karya tulis yang di inginkan tentunya diperlukan suatu metodelogi yang tepat dan memadai. Dengan demikian, prosedur penelitian dan penulisan sejarah dijadikan sebagai prosedur kerja.Dalam proses penulisan karya ilmiah ini, penulis menggunakan metode penulisan yang di ajarkan oleh LOUIS GOTTSCHALK dalam bukunya yang berjudul, “Understanding History : a Primer of Historical Method” yang kemudian diterjemahkan oleh Nugroho Notososanto , “Mengerti Sejarah” yang mengemukakan bahwa cara menulis sejarah mengenai sesuatu tempat, periode, seperangkat peristiwa, lembaga atau orang , bertumpu kepada empat perangkat pertanyaan yaitu :

*Perangkat pertanyaan yang bersifat Geografis. Yang menjadi focus adalah interogatif yaitu dimana ?
*Perangkat pertanyaan yang kedua bersifat Biografis. Yang menjadi focus adalah interogatif siapa ?
*Perangkat pertanyaan yang ke tiga bersifat Kronologis, yang menjadi focus interogatif adalah bilamana ?
*Perangkat Pertanyaan yang keempat bersifat fungsional, yang berkisar di sekitar interogatif adalah apa ?


 Dalam pengumpulan Obyek (sumber), penulis mencari dan mengumpulkan data yaitu dari data Primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang didapat secara langsung dari Narasumber baik berupa wawancara ataupun dokumen-dokumen yang ada, sedangkan data sekunder adalah data yang di dapat melalui buku-buku, surat kabar dan lain sebagainya.

Setelah pengumpulan Obyek (sumber), penulis melakukan kritik yaitu merupakan kemampuan menilai sumber-sumber yang di dapatkan penulis atau ditemukan, dan dalam sumber sejarah meliputi kririk ekstern dan kritik intern. Kritik Ekstern di dalam penelitian ilmu sejarah umumnya menyangkut keaslian dokumen yang di dapatkan atau keautentikan bahan yang digunakan dalam pembuatan sumber sejarah, seperti dokumen dan naskah. Sedangkan kritik  Intern merupakan penilaian keakuratan atau keauntetikan terhadap materi sumber sejarah itu sendiri. Jadi proses analisis terhadap dokumen, penulis harus selalu memikirkan unsure-unsur yang relevan di dalam dokumen itu sendiri secara menyeluruh.Unsur dalam dokumen dianggap relevan apabila unsure tersebut paling dekat dengan apa yang telah terjadi.

Interpretasi dalam metodologi sejarah sangatlah penting , karena interpretasi  adalah menafsirkan fakta sejarah dan merangkai fakta tersebut hingga menjadi satu kesatuan yang harmonis dan masuk akal. Dari berbagi fakta yang ada kemudian perlu disusun agar mempunyai bentuk dan struktur. Fakta yang ada ditafsirkan sehingga ditemukan struktur logisnya berdasarkan fakta yang ada, untuk menghindari suatu penafsiran yang semena-mena akibat pemikiran yang sempit. Interpretasi yang bersifat deskriptif saja belum cukup. Dalam perkembangan terakhir, sejarawan masih dituntut untuk mencari landasan penafsiran yang digunakan.

Tahapan setelah melakukan penafsiran terhadap data-data yang ada, seorang sejarawan harus sadar bahwa suatu karya tulis bukan hanya sekedar untuk kepentigan diri sendiri, tetapi juga untuk dibaca orang lain. Maka dari itu dibutuhkan Historiografy, yaitu proses penyusunan fakta-fakta sejarah dan berbagai sumber yang telah di seleksi dalam sebuah bentuk penulisan sejarah. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan struktur dan gaya bahasa penulisannya dan berusaha agar orang lain dapat mengerti pokok-pokok pemikiran yang ada.


Sumber :
Notosusanto Nugroho. 2008. ‘Mengerti Sejarah’.(Jakarta:UI Press)  

Suwitha Gede.2007.Metodologi sejarah I, Denpasar: Tanpa Penerbit

0 Response to "Pengertian Dan Metodologi Sejarah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel