Orba Sempurnakan Proses Stagnasi Politik Terhadap Islam

Seputarsejarah.com - Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) melalui ketetapan MPRS No.XXV/1966 dan pembekuan Partindo yang memiliki hubungan erat dengan PKI merupakan lonceng pembuka era Orde Baru. 

Pemerintahan Orde Baru di bawah pimpinan Presiden Soeharto yang menggantikan Presiden Soekarno menyempurnakan proses stagnasi politik terhadap Islam. Jangankan menyuarakan gagasan Islam sebagai dasar negara, menjadikan Islam sebagai asas dan simbol partai dan organisasi pun tidak diperbolehkan.

Karenanya pada masa Orde Baru, wacana tentang Ideologi politik Islam relatif sepi dipermukaan. Siapa pun yang ingin menyuarakan gagasan mengenai Islam politik atau Islam Ideologis, yang berbeda dengan arus utama pandangan politik keislaman Orde Baru, harus melakukannya secara sembunyi-sembunyi. 

Semenjak Pemilu 1971, Orde Baru mulai mengontrol partisipasi dan kegiatan politik. Melalui UU No.3 Tahun 1975 pemerintah menekan pembatasan jumlah peserta Pemilu  yang menghasilkan tiga kontestan. 

Pertama, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang merupakan hasil gabungan lima partai politik yang ada sejak masa pemerintahan Soekarno (PNI, IPKI, PARKINDO, Partai Katolik, dan Partai MURBA). Kedua, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) gabungan partai-partai berdasarkan Islam. Dan ketiga, Golongan Karya, suatu golongan fungsional yang dikembangkan oleh pemerintah Soeharto.

Partai pemerintah (Golkar), hampir selalu menang mutlak dalam setiap Pemilu  di Indonesia. Usaha-usaha untuk memuaskan pemerintah pusat juga dijalani secara mencolok, dengan menyukseskan program-program pembangunan pemerintah yang dijalankan melalui Golkar. Praktis tidak ada oposisi yang mampu meredam laju Golkar

Rakyat digerakan melalui kampanye pembangunan, dan terutama industri pariwisata. Ketika rezim Orde Baru runtuh, seketika arus perubahan ini mengubah konfigurasi partai politik di hampir semua daerah di Indonesia. 

Partai politik disederhanakan, yang ada dan boleh berkembang hanya tiga partai saja. pada saat itu Golkar mampu mendominasi setiap pemilu. kekuatan Golkar karena tergabung dalam kelompok ABG (ABRI, Birokrasi, dan Golkar).

0 Response to " Orba Sempurnakan Proses Stagnasi Politik Terhadap Islam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel