Menelisik Masa Pemerintahan Orde baru




Seputarsejarah.com - Orde Baru berlangsung pada era Soeharto 1966-1998. Suatu masa dimana kehidupan rakyat yang gemah ripah loh jinawi. Pembangunan jangka panjang dilakukan meliputi seluruh aspek kehidupan (Repelita), laju pertumbuhan penduduk terkendali dengan suksesnya program KB, laju inflasi terkendali, bahkan Indonesia mampu menunjukkan dirinya sebagai negara agraris dengan swasembada beras. Dan masih-masih banyak lagi keberhasilan yang dicapai Indonesia.

Bandingkan dengan sekarang. Inflasi terus melonjak, kepadatan penduduk tak terkendali, dan jangankan swasembada beras, segala kebutuhan pokok saja impor. Belum lagi masalah korupsi yang sudah seperti benang kusut yang sulit untuk diurai. Pernah membaca statement ‘piye, iseh penak jamanku ta’ (bagaimana, masih enak jaman saya kan). Melihat kenyataan sekarang, hal itu seperti benar adanya. Tapi apakah nyata seperti itu ?. tentu tidak, karena setiap jaman memiliki permatanya sendiri.


Pada masa itu keamanan terjamin. Kondisi masyarakat yang aman mampu menyejahterakan kehidupannya. Namun kita tidak boleh lupa dengan kata ‘petrus’ (penembakan misterius) dan makna dari kata ‘‘diamankan’’. 

Ada orang asing mengatakan kebebasan seperti di etalase. Kebebasan pers sangat terbatas diwarnai dengan banyaknya koran dan majalah yang dibredel. Kalau dulu ada facebook yang mengkritik pemerintah, mungkin pemilik akun itu akan langsung ‘diamankan’.

Pembangunan besar-besaran yang membuat presiden dijuluki sebagai bapak pembangunan itu seperti ‘politik mercusuar’. Membangun yang besar, tapi modal yang digunakan entah dari mana. Salah satunya dari hutang luar negeri yang sampai sekarang belum lunas. 

Birokrasi ‘asal bapak senang’ juga turut melemahkan sistem pemerintahan. Hal ini kesalahan paling fatal Orde Baru karena tanpa birokrasi yang efektif negara pasti hancur. Belum lagi dwi fungsi ABRI yang membuat kinerjanya tidak optimal karena mengurus dua kepentingan yaitu keamanan dan politik. Dan lagi praktek KKN yang merajarela.

Itulah sejarah yang harus dilalui. Memang pada dasarnya setiap kepemimpinan memiliki emasnya sendiri. Untuk itu, belajar sejarah dapat menjadi referensi bagi kita untuk menghadapi situasi Indonesia mendatang. Ambil sisi positifnya dan teruskan.

Sumber : Majalah Tantular terbit 2014, (Majalah Milik Mahasiswa Sejarah Universitas Udayana).

0 Response to "Menelisik Masa Pemerintahan Orde baru"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel