Konsep Dan Bentuk-Bentuk Liberalisme



SEPUTARSEJARAH.COM -  Konsep Dan Bentuk-Bentuk Liberalisme.
Istilah liberalisme berasal dari kata liberal dan isme. Liberal artinya berpandangan bebas dan isme artinya paham. “liberalisme”. Paham liberalisme tersebut berasal dari kata spanyol yakni “liberales”,liberales tersebut adalah nama suatu partai politik yang pada abad ke-20 mulai  berkembang , yang mana pada waktu tersebut mempunyai suatu tujuan yakni demi memperjuangkan suatu pemerintah yang berdasarkan kepada konstitusi.

Menurut Karl Marx liberalisme adalah hak asasi manusia mencakup hak hidup, kemerdekaan, dan hak milik ( Life, Liberty and Property ) termasuk di dalamnya hak politik. Maka bisa disimpulkan pengertian liberalisme adalah suatu paham yang menghendaki adanya kebebasan, terutama kebebasan individu dalam segala bidang.
Adapun ciri – ciri Liberalisme sebagai berikut :
  • Kebebasan Masyarakat
    Ciri liberalisme yang pertama adalah kebebasan masyarakat. Setiap masyarakat yang tinggal di negara yang menganut faham liberalisme bebas melaksanakan apa saja (selama tidak melanggar hukum) dalam berbagai aktivitas atau pun kegiatan seperti aktivitas perdagangan, gaya hidup, dan juga penganutan agama atau pun kepercayaan. 
  • Keterbatasan Peran Pemerintah
    Ciri liberalisme yang kedua adalah keterbatasan peran pemerintah dalam pengaturan masyarakat. Dalam pemerintahan liberal, pemerintah biasanya hanya menetapkan peraturan – peraturan dasar yang benar – benar penting saja. Masalah – masalah yang dianggap tidak penting seperti penentuan harga jual produk (meskipun memuat hajat hidup orang banyak) biasanya akan diserahkan pada mekanisme persaingan pasar.
Baca Juga : Sejarah dan Berkembangnya Paham Liberal

Bentuk-bentuk Liberalisme

Menurut Robert Jackson & George Sorensen bentuk-bentuk liberalism dibedakan menjadi 4 bentuk, antara lain liberalisme Sosiologis, liberalisme Interdepedensi, liberalisme Institusional, dan liberalisme Republikan.

Menurut Robert Jackson & George Sorensen bentuk-bentuk liberalism dibedakan menjadi 4 bentuk, antara lain liberalisme Sosiologis, liberalisme Interdepedensi, liberalisme Institusional, dan liberalisme Republikan. Dari 4 bentuk tersebut akan dijabarkan sebagai berikut:

Liberalisme Sosiologis Hubungan Internasional tidak hanya mempelajari hubungan antar pemerintah, tetapi juga hubungan antar individu, kelompok dan masyarakat swasta. Hubungan non-pemerintah lebih bersifat kooperatif dibanding hubungan pemerintah. Dunia dengan jumlah transnasional yang besar akan lebih damai.

Liberalisme Interdepedensi
Modernisasi meningkatkan tingkat interdepedensi antar negara. Aktor transnasional semakin penting, kekuatan militer adalah instrumen yang kurang berguna dan kesejahteraan menjadi tujuan dominan negara-negara, bukan keamanan. Interdepedensi kompleks menunjukan Hubungan Internasional yang lebih damai.

Liberalisme Institusional
Institusi internasional memajukan kerjasama antar negara. Institusi mengurangi masalah yang berkenaan dengan ketidak percayaan antar negara dan mengurangi rasa ketakutan satu sama lain.

Liberalisme Republikan
Negara-negara demokratis tidak berperang satu sama lain. Hal ini disebabkan budaya dalam negri yang menyelesaikan konflik secara damai, tergantung pada nilai-nilai moral bersama dan pada hubungan kerjasama ekonomi dan interdepedensi yang saling menguntungkan.

Sedangkan bentuk-bentuk liberalisme menurut Timothy Dunne dibedakan menjadi 3, yaitu:

Liberal Internasionalisme
Tatanan alami dikorupsi oleh pemimpin-pemimpin negara yang tidak demokratis dan menjalan kan kebijakan yang usang, seperti perimbangan kekuasaan  (balance of power). Kontak antar masyarakat dunia, melalui perdagangan dan perjalanan, akan memfasilitasi hubungan internasional.

Liberal Idealisme
Meskipun ada persamaan antara liberal internasionalisme dengan idealis tentang kekuatan opini publik dunia, keduanya berbeda dalam hal pembentukan tatanan dunia. Bagi idealis, kebebasan negara adalah bagian dari masalah hubungan internasional dan bukan bagian dari solusinya. Ini didasarkan pada 2 hal:
  1. Kebutuhan untuk meningkatkan perdamaian  dan membangun dunia yang lebih baik.
  2. Negara harus menjadi bagian dari organisasi internasional dan diikat dengan aturan dan normanya.
Ide sentral idealisme adalah pembentukan organisasi internasional untuk memfasilitasi perubahan damai, pelucutan senjata, arbitrase dan paksaan (dalam beberapa hal).

Liberal Institusionalisme
Aliran ini melihat pada fungsi-fungsi yang tidak bisa dijalan kan oleh negara. Fokus pada aktor-aktor baru, seperti korporasi internasional, organisasi non pemerintah dan pola-pola baru dalam interaksi, seperti saling ketergantungan dan intergrasi.

Disusun oleh Siswi kelas XI IPS Putri, SMA Al-Banna. Dalam tugas mata pelajaran Sejarah Umum.
  • Ainayah Shafa A
  • Kirana Dewi P
  • Safira Pribadi M
  • Tania Audria M
  • Vidia Ratu B

0 Response to "Konsep Dan Bentuk-Bentuk Liberalisme"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel