Ketika Muhammad Mendakwah Islam



SEPUTARSEJARAH.COM - Rasulullah SAW melaksanakan tugas risalahnya selama 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah. Dakwah dalam periode Makkah ditempuh melalui tiga tahap. Tahap pertama adalah dakwah secara diam-diam. Yang menjadi dasar dimulainya dakwah ini adalah Surah Al-Muddatssir ayat 1-7. Dalam tahap ini Rasulullah mengajak keluarga yang tinggal serumah dn sahabat-sahabat terdekatnya agar meninggalkan agama berhala dan beribadah hanya kepada Allah semata. 

Dalam fase ini yang pertama menyatakan beriman adalah Khadijah, Ali ibn Abi Thalib dan Zaid ibn Haritsah. Dari Kalangan sahabat, Abu Bakar lah yang segera menyatakan keimanannya, kemudian diikuti oleh Utsman ibn Affan, Zubair ibn Awam, Saad ibn Abi Waqqash, Thalhah ibn Ubaidillah, Abd al-Rahman ibn Auf,Abu Ubaidah ibn Jarrah, Arqam ibn Abi al-Arqam, Bilal ibn Rabah dan beberapa penduduk Mekah yang lain. Rasulullah mengajarkan Islam kepada mereka di rumah Arqam ibn Abi al-Arqam. Mereka menjalankan ajaran agama baru ini secara sembunyi-sembunyi sekitar 3 tahun lamanya.

Selanjutnya, setelah dakwah secara sembunyi-sembunyi, kemudian kepada masyarakat umum secara terang-terangan setelah kondisi memungkinkan. Namun, apa yang terjadi, sebagian kecil masyarakat menerima dakwahnya, dan sebagian banyak di antara mereka, yang dipelopori Abu Jahal dan Abu Lahab, menolak dakwah Nabi tersebut, karena tauhid yang yang dibawakannya dianggap sangat bertolak belakang dan kepercayaan agama-agama yang selama ini mereka ikuti, di samping itu, mereka takut tergeser pengaruh sosialnya sehingga akan mengurangi kekuasaan serta ekonominya.

Penolakan demi penolakan atas dakwah Muhammad dilakukan oleh kafir Quraisy hingga pada akhirnya mereka menyakiti dan menganiaya Muhammad serta orang-orang yang mengikutinya, Amar bin Yassar misalnya, diseret ke padang pasir di bawah terik matahari di bawah himpitan batu besar. Sumayyah, istrinya, ditusuk dengan tombak hingga mengucurkan darah kesyahidannya karena menolak paksaan majikannya untuk mengakui kepercayaan terhadap Muhammad.

Karena berat siksaan yang diterima oleh para pengikut Muhammad, meskipun Muhammad sendiri sebetulnya masih tetap mampu bertahan, maka beliau memerintahkan pengikutnya untuk berhijrah. Hijrah pertama kali dilakukan ke Abyssinia dengan diikuti 11 laki-laki termasuk Ustman bin Affan beserta 4 wanita pada bulan ke7 tahun ke 5 dari kenabian. 

Meskipun penguasa negeri itu menerima kehadiran mereka, tetapi Quraisy Makkah semakin memberikan reaksi keras berupa ancaman dan siksaan kepada para pengikut Nabi Muhammad hingga akhirnya beliau menyarankan mereka untuk berhijrah kembali ke Abyssyinia. Hijrah kedua ini diikuti oleh 101 orang mukmin, diantaranya terdapat 18 wanita. 

Quraisy Makkah semakin marah terhadap sikap Rasulullah, dan akhirnya mereka mengadakan lobi kepada Abu Thalib agar meminta Muhammad berhenti dari dakwahnya. Namun Muhammad menjawab, "Wahai paman!, sekalipun mereka mampu menghadiahkan matahari ke telapak tangan kananku dan menghadiahkan bulan ke telapak kiri ku, niscaya diriku tidak akan berhenti berdakwah untuk selamanya."

Sikap Nabi yang teguh itu ternyata melahirkan hasil dengan masuknya 2 tokoh Quraisy, Hamzah dan Umar ibn Khattab kedalam agama Islam setelah 5 tahun dari masa kenabian. Tentu hal ini sangat berpengaruh positif terhadap perkembangan dakwah Islam di Makkah yang semakin cepat. Namun di sisi lain kenyataan ini membuat para pemuka Quraisy bersatu mengucilkan keluarga Hasyim. Mereka bersepakat untuk memboikot keluarga Hasyim termasuk Muhammad dan para pengikutnya, kemudian mengusirnya ke suatu wilayah yang disebut Syi'b Abu Thalib. Selama 3 tahun di sana tidak boleh ada suplai makanan ke wilayah itu. Mereka tetap sabar dan setia terhadap keyakinan beserta Nabi.

Tak lama usai masa pemboikotan itu, datang cobaan berat kepada Nabi. Orang yang selama ini membantu dan mengamankan Nabi dari serangan Quraisy, Abu Thalib dan Khadijah meninggal dunia dalam selang waktu yang tidak lama. Mengetahui kejadian Muhammad, Quraisy Makkah semakin gemar memusuhinya, sehingga beliau menawarkan kepada para pengikutnya untuk berhijrah ke Thaif. Namun setelah 10 hari berdakwah di sana hanya sedikit di antara penduduk yang bersimpati dan kebanyakan mereka memusuhinya dan kemudian mengusir Nabi ke Makkah. Di sana Quraisy bertambah keras memusuhi Muhammad dan para pengikutnya yang setia.

Dalam kondisi yang demikian itu, melalui utusan haji dari Madinah, Nabi mendapatkan tawaran dari sebagian penduduk Madinah agar beliau bersedia menjadi penengah di antara mereka yang sedang mengalami suatu konflik khususnya antara suku Aus dan Khazraj. Tawaran itu tidak segera direspon oleh Muhammad kecuali setelah tenggang waktu kurang lebih 1 tahun. 

Sumber : Materi Training disampaikan oleh As. Hamdi

1 Response to "Ketika Muhammad Mendakwah Islam"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel