Keteguhan Hati Sang Murobbi


Keteguhan Hati Sang Murobbi
Seputarsejarah.com -Di sebuah kampung daerah Lamongan Jawa Timur. Lahir seorang anak kampung yang mempunyai tekad yang luar biasa untuk meraih cita-citanya. “Alif” begitu akrab ia disapa oleh kerabat dekatnya, ia adalah seorang anak yang dilahirkan dari keluarga kurang mampu di Kampung halamannya di salah satu Desa terpencil Kabupaten Lamongan Jawa Timur. 

Ia adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Kedua kakaknya yaitu Ridwan dan Malik merantau ke Jakarta. Mereka kini memiliki usaha Pecel Lele Khas Lamongan. Namun selama merantau di Jakarta kedua kakaknya tidak pernah mengirimkan uang untuk membantu perekonomian keluarga, bahkan berkabar pun tidak pernah. Ayahnya bekerja serabutan, dan ibunya adalah seorang Ahli pijat tradisional di kampungnya, dimana hanya dibayar seikhlasnya oleh pengguna jasa pijatnya.

Alif hidup dalam suasana keluarga yang miskin, tak jarang ia dan keluarganya sering berpuasa hanya karena tak punya uang untuk membeli makanan. Singkong rebus adalah makanan yang sangat istimewa baginya. Memang, dalam keadaan keluarga seperti itu, Alif sadar untuk tidak macam-macam dalam hal memilih makanan, sudah bisa makan sesuap nasi pun sudah sangat beruntung. 

Namun, hal itu tak membuatnya lekas putus asa, sosok keluarga terutama sosok ibunya yang selalu memberikan senyum keindahan dan motivasi super kepada Alif, membuat ia kuat untuk menjalani kehidupan dengan segala keterbatasannya, ia jalani kehidupan yang penuh liku ini dengan dengan cita dan cinta. Impian Alif setelah lulus dari SD adalah melanjutkan ke Sekolah menengah Pertama (SMP) favorit di daerah Lamongan, kualitas sekolah dan banyak teman-temannya yang melanjutkan ke sekolah favorit tersebut adalah alasan Alif untuk dapat bersekolah disana. 

Namun, ayahnya tidak menyetujui keinginan Alif tersebut, ayahnya lebih memilih  SMP di Desa yang jaraknya tak jauh dari rumahnya. Hingga memasuki masa SMA Alif tetap sekolah di desa, meskipun demikian Alif selalu rajin membantu pekerjaan orang tuanya. Selain itu juga Alif aktif dalam Organisasi Pemuda Muhammadiyah. Ketika duduk di kelas tiga SMA Alif ditinggalkan oleh kedua orang tuanya. Bapak dan Ibunya meninggal dunia karena sebelumnya sering sakit.

Alif berharap bisa hidup bersama Kedua kakaknya Malik dan Ridwan pasca kedua orang tuanya meninggal. Namun kedua kakaknya Justru menitipkan Alif kepada paman-nya yang bekerja sebagai guru mengaji di Bali. Meskipun keduanya berjanji akan mengirim uang saku setiap bulannya Alif tetap kecewa dengan keputusan kedua kakaknya tersebut. 

Kini ujian kembali menerpa Alif. Namun bukan Alif jika tidak senantiasa Istiqomah dalam menjalani hidup yang penuh liku. Di tahun pertamanya tinggal di Bali Alif membantu pamannya mengajar mengaji, kebiasaan ini membuat Alif dijuluki sang Murobi, mengingat banyak teman-teman dan juniornya di kampus belajar mengaji ke Alif.

Di tahun keduanya hidup di Bali Alif berkesempatan kuliah di Program Studi Agrobisnis di salah satu kampus favorit di Bali. Pada awal kuliah Alif  mengenal Hamzah. Keduanya aktif di Organisasi ekstra kampus. Selain aktif di organisasi extra kampus Alif juga Aktif di Organisasi keagamaan Intra kampus. Alif dan teman-temannya senantiasa mendobrak program normalisasi kehidupan kampus (NKK) yang merupakan program pemerintahan Soeharto. 

Baginya NKK adalah bentuk pengekangan terhadap kreativitas Mahasiswa. Klimaksnya pada tahun 1998 Alif ikut serta dalam aksi demo serentak  yang diselenggarakan di berbagai kota dengan tujuan utamanya adalah  menuntut Soeharto mundur dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia, dan mereformasi tatanan negara

Mundurnya Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia merupakan angin segar bagi Masyarakat Indonesia. Karena kebebasan untuk berserikat yang selama kurang lebih 32 terkekang, kini terbuka sangat lebar. Melihat momentum itu pada tahun 1999 organisasi Intra kampus yang arif ikuti berubah menjadi organisasi Politik untuk meluaskan cakupan dakwah. Deklarasi ini diadakan serentak di Indonesia termasuk di Bali. 

Alif yang sebelumnya merupakan pengurus organisasi intra kampus di daulat menjadi simpatisan organisasi mahasiswa yang kini menjadi partai politik tersebut. Satu bulan pasca deklarasi pembentukan Partai Politik. Nama Alif terdaftar menjadi Simpatisan partai politik lain. Alif menduga yang memasukkan namanya adalah Hamzah sahabat karibnya yang memilih bergabung dengan partai lain tersebut. Semenjak itu hubungan Alif dan Hamzah menjadi renggang.

Setelah menyandang gelar sarjana pada tahun 2000 kemudian Alif bekerja sebagai kepala gudang di sebuah perusahaan penjualan motor. Merasa sudah mapan kemudian Alif memutuskan untuk menyunting perempuan yang belum ia kenal sebelumnya. Alif berani menikahi perempuan tersebut atas rekomendasi paman-nya. Alif percaya apa yang direkomendasikan paman-nya adalah pilihan yang terbaik bagi dirinya.

Pada tahun 2002 Alif dikejutkan dengan peristiwa teror bom  yang di ledakan di Jalan Legian Bali. Peristiwa ini membuat Alif terkejut karena pelaku teror bom merupakan warga Lamongan daerah dimana ia dilahirkan. Atas peristiwa tersebut kemudian Alif dan beberapa Kader partai lainnya berusaha menengahi dan meredam kebencian masyarakat Bali terhadap orang Jawa atas peristiwa tersebut. Kemudian partainya mengadvokasi pendatang untuk mengurus KTP Bali, sebab pada saat itu KTP sangat susah didapatkan oleh para pendatang.

Atas dedikasi dan semangat juangnya menjadi pengurus partai, puncaknya  pada pemilu 2009 Alif dicalonkan sebagai calon legislatif oleh partainya. Kebanyakan konstituennya merupakan warga pendatang yang ber KTP Bali. Alif bersaing dengan beberapa caleg berlatar belakang Islam termasuk Hamzah yang maju sebagai caleg dari partai lain. Namun Allah masih belum menghendaki keduanya untuk mengemban amanah sebagai anggota DPRD. 

Kendati demikian Alif tak mudah putus asa, jabatan adalah amanah dari Allah, apapun kehendak Allah itu merupakan jalan terbaik baginya. Alif tetap menjalankan aktifitasnya sebagai Murobi yang biasa ia lakukan semenjak masih kuliah. Hingga saat ini sudah banyak pemuda-pemuda yang iya ajak untuk hijrah. Selain itu juga Alif aktif di lembaga kemanusiaan Nasional.

By. Nurjaya, S.S.

0 Response to "Keteguhan Hati Sang Murobbi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel