Kehidupan Muhammad Sebelum Menjadi Rasul

  
Seputarsejarah.com - Ada pernyataan, "orang-orang besar lahir dari orang-orang besar", pernyataan ini dapat dipergunakan untuk melihat Muhammad SAW yang lahir dari keluarga Quraisy keturunan Ismailiyah, salah satu keturunan Nabi Ismail putera Nabi Ibrahim. Seperti itu diketahui, suku Quraisy adalah suku terbesar dan berhasil dari waktu ke waktu menguasai Bangsa Arab. Di mulai dari Qusay yang berhasil menyatukan suku-suku Quraisy pada abad kelima Masehi di Hijaz.

Rasulullah SAW lahir dari kalangan bangsawan Quraisy. Ayahnya bernama Abdullah ibn Abd al-Muthallib dan ibunya bernama Aminah binti Wahab. Garis nasab ayah dan ibunya bertemu pada Kilab ibn Murrah. Apabila ditarik ke atas, silsilah beliau yang diketahui dengan jelas hanya sampai Adnan. Nama-nama di atas  Adnan sampai kepada Ismail tidak diketahui dengan pasti. Rasulullah SAW dilahirkan sebagai yatim pada hari Senin 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, bertepatan dengan 20 April 571.

Beliau disusui oleh Tsuwaibah, sahaya Abu Lahab, kemudianj dilanjutkan penyusuan dan pengasuhannya oleh Halimah binti Dzuaib dari kabilah Bani Sa'd. Kendatipun hanya beberapa hari Tsuwaibah menyusuinya, beliau pelihara terus silaturahim dengannya, demikian pula budi baik keluarga Halimah al-Sa'diyah tidak pernah dilupakan sepanjang hayatnya.

Ketika berusia lima tahun beliau dikembalikan kepada Aminah,. Akan tetapi setahun kemudian ibu kandung yang amat dicintainya ini pun wafat. Selanjutnya, Muhammad diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib tak lebihb dari dua tahun. Setelah sang kakek wafat, Muhammad turut dalam keluarga pamannya, Abu Thalib hingga usia remaja. Di sana ia mendapat kasih sayang seperti anak Abu Thalib sendiri

Karena keadaannya yang miskin, Muhammad kecil juga terlatih untuk bekerja dengan mengembalakan biri-biri dan unta di bukit-bukit. Di usia 12 tahun ia ikut pamannya berdagang di Syiria. Selanjutnya, di usianya yang ke 25, Muhammad diminta oleh Khadijah bergabung untuk menjalankan dagangannya ke Syiria.

Sikap dan tutur kata Muhammad ketika menawarkan barang dagangan menarik minat calon pembeli untuk berbelanja kepadanya, sehingga barang yang ditawarkan itu laku keras dan beliau memperoleh untung besar. Hal ini melahirkan suka cita yang amat dalam pada diri Khadijah, lebih-lebih ketika Maisaroh menyampaikan pujian atas keluhuran budi pekerti Muhammad yang ia saksikan dan rasakan selama dalam perjalanannya ke Syiria itu.

Kekaguman Khadijah atas keagungan pribadi Muhammad menimbulkan hasrat untuk menjadikan beliau sebagai pendamping hidupnya. Ia menyuruh Nafisah pembantunya yang setia menjumpai Muhammad dan menyampaikan isi hatinya. Ketika Muhammad menyatakan setuju dan Abu Thalib merestuinya, pinangan pun dilakukan, selanjutnya diresmikan pernikahan mereka. Ketika itu Muhammad berusia 25 tahun, sedangkan Khadijah 40 tahun.

Selain itu, Muhammad semakin popular di kalangan penduduk Mekkah, setelah berhasil mendamaikan para pemuka Quraisy ketika mereka berselisih siapa yang paling berhak meletakkan Hajar Aswad di tempat semula, dan berhasil meletakkan ke tempat semula. Putusan ini memuaskan semua pihak yang bertikai. Dalam peristiwa inilah Muhammad dijuluki Al-Amin oleh kaumnya. Peristiwa ini terjadi pada tahun 605, ketika Muhammad berusia 35 tahun. 

Sumber : penyampaian materi training oleh As. Hamdi

0 Response to "Kehidupan Muhammad Sebelum Menjadi Rasul"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel