Geografi Dan Asal Usul Bangsa Arab

 

SEPUTARSEJARAH.COM - Geografi Dan Asal Usul Bangsa Arab

Geografi
Bangsa Arab adalah penduduk asli Jazirah Arab. Semenanjung yang terletak di bagian barat daya Asia ini, sebagian besar permulaannya terdiri dari padang pasir. Arabia selalu diasosiasikan dengan kurma, unta, padang pasir, serta serba gersang. Penduduk yang tinggal di daerah itu sering diasosiasikan pula dengan watak keras, kasar, dinamis, dan suasana panas. Lingkungan hidup semacam itu nyaris tidak dikaitkan dengan peradaban tinggi, karena peradaban tinggi sering diasosiasikan  hanya dengan lingkungan alam yang paling nyaman untuk dihuni manusia.

Menurut Arnold J. Toybee peradaban manusia muncul dan berkembang dengan baik di tempat-tempat sumber hidup, seperti lingkungan danau, sungai, maupun pantai. Berbagai peradaban besar telah dilahirkan di Lembah Sungai Nil di Mesir. Peradaban Hindu dilahirkan di Lembah Sungai Gangga maupun Indus. 

Demikian juga peradaban Cina dilahirkan di Lembah Sungai-sungai besar Yangize dan Hoangho. Lembah Sungai Tigris dan Eufrat yang bermuara di Teluk Persia, telah pula melahirkan peradaban besar Mesopotamia dan Babilonia. Diyakini bahwa dari pusat peradaban inilah Nabi Ibrahim as. Berasal, yang kemudian menurunkan bangsa-bangsa Arab dan Israel, setelah pindah ke arah Barat.

Berbagai bukti di atas memperkuat anggapan bahwa Jazirah Arab sulit bisa dibayangkan sebagai tempat kelahiran sebuah agama dunia, yang nantinya melahirkan sebuah peradaban besar, yaitu Islam. Namun kenyataan sejarah mencatat lain. Jazirah Arab sebuah kawasan padang pasir, dengan unta sebagai kendaraan pengangkut utama, kuda sebagai tunggangan paling gagah dan cepat untuk mencapai mobilitas tinggi.

Kecuali itu, kurma merupakan makanan utama penduduk negri, di samping domba yang merupakan hewan ternak untuk diambil susu dan daging nya bagi makanan. Di negri semacam itu dilahirkan salah satu agama terkemuka, agama langit, yaitu Islam. Kondisinya dapat diibaratkan bagaikan pancaran air yang menyembur dari lubuk di padang pasir. Kemudian bukan saja membasahi, melainkan air itu menyejukkan umat manusia. Sementara agama-agama lain dari kelompok agama langit, yaitu Yahudi, dan Nasrani dilahirkan di Palestina, di kalangan bangsa Israel. 

Asal Usul Bangsa Arab
Secara etimologis kata Arab berasal dari kata 'araba yang berarti bergoyang atau mudah berguncang, ibarat gerak kereta kuda di jalanan buruk. Kata itu berubah menjadi kata i'rab dalam tata Bahasa (nahwu dan sorof), yang merupakan system perubahan bentuk kata sesuai penggunaannya. Misalnya 'araba, ya'rabu, i'rab. Barangkali mereka disebut bangsa Arab karena memiliki temperamen yang panas dan emosi yang labil. Tentu saja pengertian itu menunjukkan gambaran yang stereotipik belaka.

Bangsa Arab maupun Israel termasuk dalam rumpun bangsa Smit atau Samyah. Nabi Ibrahim dianggap sebagai cikal bakal dari rumpun bangsa itu yang diduga berasal dari Babilonia. Dari perkawinannya dengan dua wanita Nabi Ibrahim mendapatkan dua putra laki-laki yang keduanya menjadi nabi. Dari masing-masing putri itu diturunkan dua bangsa berbeda, yaitu Arab dan Israel. 

Bangsa Arab diyakini diturunkan dari garis Nabi Ismail, yang merupakan hasil perkawinan Nabi Ibrahim dengan Hajjar. Perkawinan itu atas anjuran istri pertamanya, Sarah, karena dia tidak menghasilkan putra. Namun iri hati seorang wanita kemudian menguasai pertimbangan Sarah, ketika menyaksikan Hajjar memberikan putra bernama Ismail. Kemudian mereka diusir dari Madyan.
Pasangan itu harus meninggalkan Madyan, tempat mereka semula tinggal, dan selanjutnya membuka pemukiman baru di lembah Bakkah, yang kemudian bernama Mekkah. Tidak lama kemudian Sarah hamil dan melahirkan Ishak, yang diyakini sebagai nenek moyang bagsa Israel.

Secara fisik Bangsa Arab tidak menujukkan bentuk yang tunggal, karena terdapat variasi yang berkaitan dengan lokasi. Di Arab Utara fisik meraka mirip dengan Eropa, yang memiliki warna rambut agak kemerah-merahan, agak bergelombang, dan warna kulit agak cerah. Di Arab Tengah fisik mereka tambun, warna kulit cerah, rambut bergelombang warna hitam.

Sedangkan orang Arab Selatan memiliki bentuk hidung mancung dan melengkung, bagai patuk burung elang. Bentuk pipi menonjol, mata tajam agak terlindung tuulang dahi. Rambut hitam dan bergelombang dengan warna kulit agak kelam.

Sumber : Materi Penyampaian Training oleh AS Hamdi

0 Response to "Geografi Dan Asal Usul Bangsa Arab"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel