Negeri Seribu Masjid

Ini tentang kisah perjalanan saya ke pulau Lombok. Lebih tepatnya Kota Mataram Nusa Tenggara Barat. Sudah saya niatkan dan impikan untuk berkunjung ke Lombok dari pertama kali saya mendarat di Bali kurang lebih selama empat tahun yang lalu. Penantian itu akhirnya tercapai. Saya berangkat ke lombok dalam rangka Workshop memperingati meletusnya gunung tambora dan rapat kerja Nasional Ikatan Mahasiswa Sejarah Se Indonesia (IKAHIMSI) mungkin karena alasan ini Allah menghadiahi kesempatan baik ini kepada saya.
Saya berangkat dari Denpasar pada pukul 08.00 wita bersama adik kelas saya menggunakan motor matic  Vario 150 cc keluaran terbaru produk Yamaha. Motor ini sangat lincah dan kencang. Hanya membutuhkan 1, 5 jam kami sampai di Pelabuhan Padang Bai Kab Karangasem. Hanya denfan membayar 112.000 ribu kami lansung masuk ke kapal very yang sudah menyadar di tepi dermaga menunggu para penumpang yang hendak bepergian ke Lombok. Tak menunggu lama kapal very langsung meluncur diatas permukaan laut yang begitu tenang. Dalam perjalanan menuju di kapal kami tidak merasa bosan. Karena kami dihidangkan dengan berjuta keindahan alam ini. Penyebrangan dari pelabuhan Padang Bai ke Pelabuhan Lembar hanya membutuhkan waktu 4 jam.
Sesampainya di pelabuhan lembar Lombok, kami langsung pacu motor kami dengan kecepatan tinggi. Karena sudah ada teman yang menunggu di Universitas Muhammadiyah Mataram. Disepanjang jalan menuju mataram nampak terlihat berjejer rumah dwngan corak khas Bali. Sesekali terliat seseorang menggunakan udeng dan pakean adat Bali. Menurut sejarahnya kerajaan karangasem Bali pernah ekapansi ke Lombok. Jadi kami tidak heran dengan fenomena ini.
Selain pemandangan rumah dengan corak khas Bali, kami juga disugihi kembali dengan bangunan suci umat Islam. Hampir setiap 500 meter terlihat bangunan masjid yang berdiri megah. Begitu banyaknya bangun masjid di pulau ini saya terkagum dan bangga terhadap pergerakan Islam.di Lombok. Sesampainya di Kampus UMM saya titipkan adik kelas saya ke Panitia. Kemudian saya jalan-jalan bersama teman lain ke Kota Tua Ampenan, pantai Ampenan, pantai dan keindahan tebing di senggigi, melihat pualau gilitrawangan dan gili air dari atas tebing pantai sengigi. Saya begitu takjub dengan keindahan Alam di Lombok.
Setelah itu kami balik ke rumah saudara temen di Ampenan. Ketika waktu Maghrib Tiba terdengar suara adzan maghrib berkumandang saling bersautan. Selain itu banyak orang-orang yang berbondong-bondong ke Masjid untuk menunikan sholat berjamaah (bersambung)

1 Response to "Negeri Seribu Masjid"



  1. https://drive.google.com/file/d/0B6ut4qmVOTGWMkJvbFpZejBQZWM/view?usp=drivesdk

    Web: almawaddah.info


    Salam


    Kepada:

     

    Redaksi, rektor dan para akademik


    Per: Beberapa Hadis Sahih Bukhari dan Muslim yang Disembunyikan


    Bagi tujuan kajian dan renungan. Diambil dari: almawaddah. info

    Selamat hari raya, maaf zahir dan batin. 

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel