Antara Kapitalism dan Terorism

Belum lama kita masyarakat Indonesia digegerkan dengan aksi pengejaran jaringan teroris Santoso oleh aparat. kini dihebohkan kembali dengan disanderanya ABK nelayan Indonesia oleh jaringan teroris Filipina pimpinan Abu sayaf.
Hal seperti ini bukan merupakan suatu yang baru di negeri ini. Sebelumnya. Jaringan teroris Al-qaida bahkan ISIS sudah menggemparkan dan terut serta meramaikan khazanah perterorisan di negeri ini.
Yang sangat disayangkan dari fenomena ini adalah saling tuduh antara masyarakat Indonesia. Ada yang menuduh pesantren sebagai produk tetorisme, pemerintah yang tak serius menangani terorisme dan tuduhan-tuduhan lainya yang mengarah pada perpecahan antar sesama bangsa Indonesia.
Ini adalah permainan kapitalism. Kenapa permainan kapitalis atau pemodal? Disini akan saya jelaskan. Semakin banyak negara yang memerangi teroris maka semakin banyak negara yang membeli perlengkapan perang kepada negara kapitalis seperti Amerika. Dan hal ini merupakan sebuah keuntungan yang besar. Maka teroris terus diciptakan dengan cara-cara yang menjijikan.
Jika dulu kapitalism dilawan dengan sosialism, kemudian muncul teori baru bahwa kapitalism harus dilawan dengan terorism. Yang justru melanggengkan para kapital. Maka menurus saya untuk melaawan kapitalism kita harus mematangkan konsep kapitalism tersebut. Caranya seperti apa. ? Pemerintah sebagai penentu kebijakan harus membuat regulasi yang dapat menyetir konsep kapitalism dan dimatangkan untuk kesejahteraan rakyat. Bukan sebaliknya. Kemudian pengusaha lokal juga harus bersinergi deng civil society. Dan ditopang oleh media yang independen.

0 Response to "Antara Kapitalism dan Terorism"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel